Kompas.com - 14/05/2018, 22:46 WIB
Gedung kedutaan AS di Yerusalem yang baru saja diresmikan pada Senin (14/5/2018). AFP / AHMAD GHARABLIGedung kedutaan AS di Yerusalem yang baru saja diresmikan pada Senin (14/5/2018).

YERUSALEM, KOMPAS.com - Saat Amerika Serikat meresmikan kantor kedutaannya untuk Israel di Yerusalem pada Senin (14/5/2018) hari ini, banyak pihak yang menyatakan menentang.

Namun ternyata dalam sejarahnya, AS bukanlah negara pertama yang membuka kantor kedutaannya di Yerusalem.

Melansir dari AFP, sejumlah negara Afrika dan Amerika Latin tercatat pernah memiliki kedutaan besar di Yerusalem, beberapa di antaranya bahkan diperkirakan akan kembali.

Sebelum tahun 1973, tiga negara yakni Pantai Gading, Zaire (kini Republik Demokratik Kongo) dan Kenya, disebut pernah memiliki kedutaan di Yerusalem.

Baca juga: Putri Trump Hadiri Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

Namun seusai perang Yom Kippur antara Arab dengan Israel, ketiganya memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel dan memindahkan misi mereka ke Tel Aviv.

Pada 1980, Dewan Keamanan PBB mengecam langkah Israel yang mengklaim Yerusalem dan kawasan timur Palestina sebagai ibu kotanya. PBB pun menyerukan negara-negara yang telah memiliki misi diplomatik di Yerusalem untuk menariknya.

Belanda, Haiti dan sejumlah negara Amerika Latin mematuhi seruan PBB.

Empat tahun berselang, yakni pada 1984, Kosta Rika dan El Savador memutuskan kembali membuka kedutaan di Yerusalem, namun pada 2006 kembali pindah.

Kini, tepat pada Senin (14/5/2018), AS secara resmi memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, menyusul pengakuan Presiden Donald Trump terhadap kota itu sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017.

Setelah AS, ke depan sejumlah negara juga sudah merencanakan akan membuka kedutaan besarnya di Yerusalem, salah satunya Guatemala yang akan meresmikan pada 16 Mei, serta Paraguay yang mengumumkan akan mengikutinya.

Baca juga: Israel Klaim Wakil 33 Negara akan Hadiri Peresmian Kedubes AS di Yerusalem

Selain kedua negara itu, Rumania, melalui parlemennya, turut menimbang rencana menjadi negara Uni Eropa pertama yang membuka kedutaan di Yerusalem. Namun rencana itu ditentang Presiden Klaus Iohannis.

Presiden Ceko, Milos Zeman juga mengatakan ingin melihat kedutaan negaranya dipindah ke Yerusalem.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X