Korut Janji Bongkar Situs Uji Coba Nuklir, Trump Ucapkan Terima Kasih

Kompas.com - 13/05/2018, 12:13 WIB
Presiden AS Donald J. Trump tersenyum saat pidato kenegaraan di majelis Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Washington DC, Selasa (30/1/2018). (AFP/Win McNamee) WIN MCNAMEEPresiden AS Donald J. Trump tersenyum saat pidato kenegaraan di majelis Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Washington DC, Selasa (30/1/2018). (AFP/Win McNamee)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berterima kasih kepada Korea Utara yang berjanji akan membongkar situs uji coba nuklirnya.

Penghancuran situs bakal dilakukan sebelum pertemuan puncak antara pemimpin Korut Kim Jong Un dan Trump di Singapura, pada 12 Juni 2018.

"Korea Utara telah mengumumkan akan membongkar situs uji coba nuklir bulan ini, menjelang pertemuan puncak besar pada 12 Juni," kicaunya di Twitter, Sabtu (12/5/2018).

"Terima kasih, sungguh sikap yang sangat cerdas dan ramah," imbuhnya.


Situs uji coba di Punggye-ri, sebelah timur laut negara itu, akan dibongkar antara 23-24 Mei 2018 dan disaksikan oleh media asing, termasuk dari AS, Korea Selatan, China, Rusia, dan Inggris.

Jurnalis terpilih dari lima negara akan terbang menggunakan pesawat sewaan. Mereka lepas landas dari Beijing menuju Wonsan di Korut, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta api menuju lokasi.

Baca juga: Mengenal Punggye-ri, Situs Uji Coba Nuklir Korea Utara yang Misterius

Gambar ini menunjukkan sebelum dan sesudah situs uji Punggye-ri, di mana pada 3 September 2017 dilakukan pengujian bom di bawah tanah. Gambar di sebelah kiri adalah sebelum dilakukan pengujian yang diperoleh pada 1 September 2017, sementara gambar setelah pengujian menunjukkan tanah longsor. (AFP/Planet/HO) Gambar ini menunjukkan sebelum dan sesudah situs uji Punggye-ri, di mana pada 3 September 2017 dilakukan pengujian bom di bawah tanah. Gambar di sebelah kiri adalah sebelum dilakukan pengujian yang diperoleh pada 1 September 2017, sementara gambar setelah pengujian menunjukkan tanah longsor. (AFP/Planet/HO)

Dikelilingi oleh puncak-puncak yang curam dengan gunung granit yang tingginya lebih dari 2.000 meter, lokasi tersebut menjadi tempat yang ideal untuk menahan kekuatan dari ledakan nuklir.

Alat pengujian dikubur di ujung terowongan yang berbentuk kait. Terowongan ditimbun untuk mencegah kebocoran radiasi ketika peledakan dilakukan.

Citra satelit memperlihatkan pelambatan signifikan pada pembuatan terowongan dan operasi lainnya di situs itu. Hal ini dihubungkan dengan cairnya hubungan Korut dan Korsel.

Baca juga: Dahsyatnya Uji Coba Nuklir Korut, Sampai Bisa Memindahkan Gunung

Punggye-ri telah menjadi rumah bagi enam uji coba nuklir Korut. Yang terbaru dan sejauh ini paling kuat dilakukan pada September tahun lalu. Korut menyebutnya sebagai bom-H.

Terkait dengan pertemuan Trump-Kim Jong Un, beberapa pakar memperingatkan, Korut belum membuat komitmen publik untuk melepaskan segala bentuk uji coba persenjataannya, termasuk rudal yang mampu mencapai AS.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,NBC News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X