Kuwait Sepakati Aturan Pekerja Rumah Tangga dengan Filipina

Kompas.com - 12/05/2018, 07:07 WIB
Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah al-Khaled (kanan) berjabat tangan dengan Menlu Filipina Alan Peter Cayetano usai penandatanganan kesepakatan pekerja rumah tangga di Kuwait City, Jumat (11/5/2018). Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah al-Khaled (kanan) berjabat tangan dengan Menlu Filipina Alan Peter Cayetano usai penandatanganan kesepakatan pekerja rumah tangga di Kuwait City, Jumat (11/5/2018).

KUWAIT CITY, KOMPAS.com - Kuwait terus berupaya memperbaiki hubungan diplomatiknya dengan Filipina menyusul keputusan Presiden Rodrigo Duterte yang melarang warganya bekerja di negara tersebut.

Pada Jumat (11/5/2018), kedua negara telah menandatangani kesepakatan yang akan mengatur para pekerja rumah tangga Filipina di Kuwait.

Kesepakatan tersebut ditandatangani bersama oleh Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah al-Khaled dengan Menlu Filipina Alan Peter Cayetano.

"Kami telah menandatangani perjanjian antara kedua negara terkait aturan mempekerjakan pekerja rumah tangga," kata Sheikh Sabah al-Khaled dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Filipina di Kuwait City.

Baca juga: Duterte: Larangan Warga Filipina Bekerja di Kuwait Berlaku Permanen

Pada Februari lalu, Presiden Duterte telah mengeluarkan larangan mengirim warganya untuk bekerja di Kuwait setelah adanya laporan dan temuan tentang kekerasan yang dialami pekerja rumah tangga asal Filipina di negara teluk itu.

Konflik diplomatik kedua negara semakin dalam usai beredar video staf kedubes Filipina yang membantu seorang warganya melarikan diri dari rumah majikannya.

Kuwait kemudian menarik duta besarnya dan mengusir diplomat Filipina, sementara Duterte makin menegaskan larangan pengiriman pekerjanya ke negara itu menjadi permanen.

Usai adanya kesepakatan tersebut, Cayetano mengatakan bakal segera kembali menunjuk duta besar untuk Kuwait dan membujuk presiden untuk "segera" mencabut larangannya.

Dilansir AFP, dalam perjanjian tersebut turut memuat sejumlah aturan dalam mempekerjakan tenaga kerja asal Filipina di Kuwait, di antaranya terkait hak para pekerja.

"Para pekerja akan diizinkan menyimpan paspor dan ponsel mereka, yang sebelumnya sering disita majikan mereka," bunyi salah satu perjanjian tersebut.

Baca juga: Pekerja Ekspatriat Filipina Memilih Tetap Tinggal di Kuwait

Selain itu, perpanjangan kontrak kerja selanjutnya harus disetujui oleh Kantor Tenaga Kerja Luar Negeri Filipina.

Pihak yang mempekerjakan pekerja Filipina juga wajib memenuhi kebutuhan makan, tempat tinggal, pakaian serta asuransi kesehatan bagi para pekerja rumah tangga.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X