Mengapa Singapura Dipilih sebagai Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong Un?

Kompas.com - 11/05/2018, 10:39 WIB
Patung Merlion di Singapura ShutterstockPatung Merlion di Singapura

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (10/5/2018) mengonfirmasi, Singapura bakal menjadi lokasi pertemuan bersejarahnya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

"Kami berdua akan membuatnya sebagai momen istimea untuk perdamaian dunia," begitu kicauannya di Twitter.

Singapura juga telah membenarkan mengenai penyelenggaraan pertemuan tersebut, namun pemerintah belum memberikan keterangan lebih detail.

"Kami berharap pertemuan ini akan memajukan prospek perdamaian di Semenanjung Korea," ujar Kementerian Luar Negeri Singapura dalam sebuah pernyataan, Kamis malam.'

Business Times melaporkan, negara yang menjadi pusat keuangan di Tenggara itu dipilih karena netral, memiliki keamanan terbaik, dan rekam jejak dalam menggelar konferensi tingkat tinggi internasional.

Singapura juga menjalin hubungan baik secara diplomatik dengan AS dan Korea Utara.

Baca juga : Trump Bertemu Kim Jong Un di Singapura pada 12 Juni

Dilansir dari CNBC, penyelenggaraan KTT di negara itu akan memberikan citra yang lebih baik bagi Trump, ketimbang di zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan.

"Ini lebih baik daripada presiden AS harus datang kepada pintu masuk Kim Jong Un," kata CEO Eurasia Group, Ian Bremmer.

Pakar nuklir dari London's Royal United Services Institute, Tom Plant, mengatakan Singapura akan menjadi lokasi hangat bagi Kim Jong Un.

"Kim akan berada di teritorial yang ramah. Tapi, dia tidak akan berada di suasana negaranya," ucapnya.

Singapura dan Korea Utara memiliki sejarah panjang terkait kerja sama. Firma hukum pertama dan restoran cepat saji di Pyongyang dibangun oleh warga Singapura.

Baca juga : Tawa Kim Jong Un dan Mike Pompeo saat Berjumpa di Pyongyang

Untuk bertemu dengan Trump sejauh 5.000 km dari Pyongyang, Kim akan berpergian lebih jauh dari zona nyamannya.

Dia memang telah mengunjungi China sebanyak dua kali dan juga mencapai perbatasan Korea ketika bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Sekarang, pertemuan Trump-Kim telah ditentukan, yakni pada 12 Juni 2018 di Singapura.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Pria Malaysia Bunuh dan Berniat Setubuhi Jenazah Perawat | Iran Bakal Perang jika Diserang AS

[POPULER INTERNASIONAL] Pria Malaysia Bunuh dan Berniat Setubuhi Jenazah Perawat | Iran Bakal Perang jika Diserang AS

Internasional
Pasang Tulisan 'Bersertifikasi Non-Halal', Toko Daging di Australia Diprotes

Pasang Tulisan "Bersertifikasi Non-Halal", Toko Daging di Australia Diprotes

Internasional
Jet Tempur F-16 Belgia Jatuh, Pilot Tersangkut di Kabel Listrik Tegangan Tinggi

Jet Tempur F-16 Belgia Jatuh, Pilot Tersangkut di Kabel Listrik Tegangan Tinggi

Internasional
Kilang Minyak Aramco Diserang, Pompeo: AS Ingin Resolusi Damai dengan Iran

Kilang Minyak Aramco Diserang, Pompeo: AS Ingin Resolusi Damai dengan Iran

Internasional
Pria Malaysia Nekat Bunuh dan Berniat Setubuhi Jenazah Perawat Asal China di Singapura

Pria Malaysia Nekat Bunuh dan Berniat Setubuhi Jenazah Perawat Asal China di Singapura

Internasional
Salah Sasaran, Serangan Drone yang Incar Anggota ISIS Tewaskan 9 Warga Sipil di Afghanistan

Salah Sasaran, Serangan Drone yang Incar Anggota ISIS Tewaskan 9 Warga Sipil di Afghanistan

Internasional
Uni Emirat Arab Susul Saudi Gabung Koalisi Maritim AS di Teluk

Uni Emirat Arab Susul Saudi Gabung Koalisi Maritim AS di Teluk

Internasional
Satu Keluarga di AS Selamat dari Kebakaran Berkat Anjing Peliharaan Mereka

Satu Keluarga di AS Selamat dari Kebakaran Berkat Anjing Peliharaan Mereka

Internasional
Ditanya jika AS Menyerang, Jawaban Menlu Iran: Perang Habis-habisan

Ditanya jika AS Menyerang, Jawaban Menlu Iran: Perang Habis-habisan

Internasional
Besarkan Cucu, Nenek Ini Minta Anak dan Menantunya Membayar

Besarkan Cucu, Nenek Ini Minta Anak dan Menantunya Membayar

Internasional
Komandan Garda Revolusi: Iran Sering Dituduh karena Negara Iran Sangat Kuat

Komandan Garda Revolusi: Iran Sering Dituduh karena Negara Iran Sangat Kuat

Internasional
Cuci Kotak Makan Pakai Deterjen Baju, Kepala Sekolah di China Dipecat

Cuci Kotak Makan Pakai Deterjen Baju, Kepala Sekolah di China Dipecat

Internasional
Polisi Rusia Tahan Seorang 'Dukun' Siberia yang Ingin 'Usir' Presiden Putin

Polisi Rusia Tahan Seorang "Dukun" Siberia yang Ingin "Usir" Presiden Putin

Internasional
Bermuka Coklat Saat Foto pada Pesta Sekolah 2001 Silam, PM Kanada Minta Maaf

Bermuka Coklat Saat Foto pada Pesta Sekolah 2001 Silam, PM Kanada Minta Maaf

Internasional
Panda Mati di Kebun Binatang Thailand, China Kirim Ahli untuk Gelar Penyelidikan

Panda Mati di Kebun Binatang Thailand, China Kirim Ahli untuk Gelar Penyelidikan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X