Bakar Hidup-hidup 14 Anak Anjing, Pria Bangladesh Dipenjara

Kompas.com - 10/05/2018, 20:38 WIB
Ilustrasi pengadilan. ThinkstockIlustrasi pengadilan.
|

DHAKA, KOMPAS.com - Seorang petugas penjaga keamanan di Bangladesh pada Kamis (10/5/2018) dijatuhi hukuman penjara setelah terbukti membakar hidup-hidup dua ekor anjing dan 14 ekor anak anjing.

Mohammad Siddique, yang memasukkan anjing-anjing itu ke dalam kantong plastik sebelum dikubur, dijatuhi hukuman penjara enam bulan dan denda 200 taka atau sekitar Rp 33.000.

Keterangan ini disampaikan jaksa penuntut Forkan Mia usai sidang digelar di ibu kota Dhaka.

Para aktivis penyayang binatang yang sudah lama melobi pemerintah agar mengganti undang-undang perlindungan hewan dari masa penjajahan, menyambut baik keputusan pengadilan ini.

Baca juga : Di Turki, Penyiksa Binatang Bisa Dipenjara hingga 4,5 Tahun

"Fakta bahwa kasus ini disidangkan adalah sebuah prestasi besar," kata Rakibul Haq Emil, aktivis hak-hak hewan dari PAW Foundation.

"Saya yakin kasus ini akan menjadi peringatan bahwa menyiksa binatang di Bangladesh kini bisa berurusan dengan hukum," tambah Rakibul.

Bangkai anjing-anjing itu ditemukan pada Oktober tahun lalu di sebuah kawasan permukiman di kota Dhaka. Namun, pada awalnya polisi enggan mengusut kasus ini meski mendapat tekanan dari para aktivis.

Kekejaman terhadap hewan biasa terjadi di Bangladesh. Namun, dalam beberapa tahun terakhir pada aktivis berhasil menghentikan pembunuhan massal anjing jalanan di Dhaka dan kota-kota lain di Bangladesh.

Baca juga : Petani Korsel Bunuh Anjing, Lalu Undang Pemiliknya Makan Dagingnya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X