Mahathir Menang, 60 Tahun Hegemoni Koalisi Partai Penguasa Malaysia Berakhir

Kompas.com - 10/05/2018, 17:34 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak meninggalkan panggung setelah menyampaikan pidato menanggapi hasil pemilihan umum Malaysia AFP / MOHD RASFANMantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak meninggalkan panggung setelah menyampaikan pidato menanggapi hasil pemilihan umum Malaysia


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Rabu (9/5/2018) menjadi hari paling kelabu bagi koalisi Barisan Nasional atau BN.

Sebab, koalisi yang sebelumnya bernama Aliansi ini akhirnya terdongkel dari pucuk kekuasaan selama berkuasa di Malaysia sejak merdeka di 31 Agustus 1957, atau 60 tahun terakhir.

Dalam Pemilihan Umum ( Pemilu) yang digelar, koalisi partai sayap kanan dan tengah itu meraih 79 dari 222 kursi parlemen.

Perolehan tersebut jelas merupakan yang terburuk sepanjang 45 tahun sejarah berdirinya koalisi itu.

Baca juga : Pemilu Malaysia: Veni, Vidi, Vici ala Mahathir Mohamad

Sebab, sejak pemilu 1974 silam, Barisan Nasional selalu meraih lebih dari 100 kursi Parlemen Malaysia.

Mereka dikalahkan oleh koalisi oposisi, Pakatan Harapan (PH), yang memenangkan 122 kursi parlemen.

Koalisi ini dipimpun oleh Dr Mahathir Mohamad yang dulunya merupakan kader terbaik dari koalisi BN.

Hasil ini begitu mengejutkan. Sebab, sebelumnya pengamat menilai mengalahkan BN bukanlah perkara mudah.

BN diyakini telah "meramu" peta daerah pemilihan (dapil) pemilu dengan saksama, maupun memutuskan hari pemilu di tengah pekan untuk menfasilitasi kemenangan mereka.

Namun, Perdana Menteri Petahanan sekaligus Ketua BN, Najib Razak, tidak kuasa menahan gemuruh suara rakyat yang menginginkan adanya perubahan.

Baca juga : Mahathir Mohamad Desak Raja Malaysia Kukuhkan Dirinya sebagai PM

Menteri Kabinet Najib dan Politisi Senior Kalah Mengejutkan

Tanda-tanda berakhirnya hegemoni BN sudah mulai tercium menyusul kekalahan mengejutkan para menteri kabinet Najib ketika proses hitung cepat memasuki separuh jalan.

Menteri Transportasi Liow Tiong Lai dan Menteri Kesehatan Subramaniam Sathasivam dikalahkan oleh penantangnya masing-masing di dapil Buntong, Pahang, Segamat, dan Johor.

Dua menteri ini menjabat sebagai presiden dari partai yang menjadi komponen utama koalisi Barisan Nasional.

Liow memimpin Asosiasi China Malaysia (MCA). Sedangkan Subramaniam adalah orang nomor satu di Kongres India Malaysia (MIC).

Baca juga : Kalah secara Mengejutkan, Najib Razak Terima Hasil Pemilu Malaysia

Kekalahan ini menjadi sinyal jelas etnis minoritas China dan India tetap loyal memilih kubu oposisi.

Tren politik ini sudah terjadi sejak Pemilu 2008. Ketika itu, BN kehilangan dua per tiga mayoritas parlemen dengan meraup 140 kursi setelah di Pemilu 2004 mendapat 198 kursi.

Tercatat, ada delapan menteri dan 19 wakil menteri di kabinet Najib yang harus kehilangan kursinya.

Menteri berpengaruh lain adalah Menteri Pertanian Shabery Cheek, maupun Menteri Kedua Bidang Keuangan Johari Abdul Ghani.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X