Kompas.com - 10/05/2018, 10:56 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Hassan al-Kontar, seorang pria asal Suriah, telah berada di bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia selama 62 hari.

Hassan yang berusia 36 tahun, awalnya pindah ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk bekerja pada 2006.

Namun setahun setelah perang pecah di Suriah pada 2012, pria asal kota Dama, Suriah itu diperintahkan kembali oleh negara untuk ikut membela rezim.

Hassan menolak untuk pulang dan memilih bertahan di UEA. Akibatnya, Kedutaan Besar Suriah menjatuhkan sanksi dengan tidak memperbarui paspor miliknya.

Yang berarti Hassan kehilangan izin bekerja sekaligus pekerjaannya sebagai manajer marketing di UEA.

Baca juga : Sempat Tertunda 5 Tahun, Pakistan Buka Bandara Baru di Islamabad

Tanpa paspor, Hassan tetap bertahan dan harus hidup di UEA secara sembunyi-sembunyi.

Setelah enam tahun hidup dalam persembunyian, tahun ini otoritas setempat menangkapnya dan mendeportasinya ke Malaysia dengan izin kerja sementara selama tiga bulan.

Setelah tiga bulan di Malaysia, izin tinggal Hassan pun habis. Dia hanya memiliki pilihan untuk kembali ke Suriah.

Tetapi dia menolak dipulangkan ke negaranya yang masih dalam situasi konflik dan mencoba untuk terbang ke Ekuador.

Dan tanpa paspor yang diperpanjang Hassan ditolak masuk ke pesawat. Dia juga tidak bisa keluar dari bandara dan masuk ke wilayah Malaysia karena telah melampaui izin tinggal sementara.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.