Qatar Beri Dana Hibah Rp 192 Miliar untuk Gaza

Kompas.com - 09/05/2018, 21:33 WIB
Warga Palestina memegang bendera Qatar dan Palestina dalam aksi demonstrasi yang didukung Qatar di Gaza, Juni 2017. MIDDLE EAST MONITOR / ANADOLU AGENCYWarga Palestina memegang bendera Qatar dan Palestina dalam aksi demonstrasi yang didukung Qatar di Gaza, Juni 2017.

DOHA, KOMPAS.com - Pemerintah Qatar akan menyumbangkan dana hingga 50 juta riyal (sekitar Rp 192 miliar) untuk Jalur Gaza. Dana tersebut akan digunakan untuk membayar gaji otoritas Palestina di sana.

Ketua Komite Negara Teluk untuk Pembangunan Kembali Gaza, Mohammed Al-Emadi mengatakan, negaranya sedang berusaha menyelesaikan defisit yang disebabkan kurangnya pembayaran gaji otoritas Palestina di Jalur Gaza.

Tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana pihaknya akan menyelesaikan permasalahan defisit tersebut, namun Emadi menekankan akan segera menyelesaikan mengingat umat Muslim akan segera menjalani puasa di bulan Ramadhan.

Pernyataan Emadi disampaikan saat dirinya berkunjung ke Jalur Gaza. Pada kesempatan kunjungan itu dia bertemu dengan Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina, Rami Hamadallah.

Baca juga : Menteri Saudi: Qatar Harus Bayar Pasukan AS di Suriah atau Ganti Rezim

"Situasi tragis terus menerus terjadi dan penduduk Gaza tetap bertahan, serta masalah pengurangan gaji otoritas Palestina dan penutupan terus menerus dari penyeberangan Gaza."

"Mempertimbangkan situasi tersebut, Qatar mengumumkan memberikan hibah untuk menyelamatkan situasi kemanusiaan yang semakin buruk di Gaza," ujar Emadi dikutip dari Middle East Monitor.

Dia menekankan agar hibah yang diterima dapat segera dibayarkan ke berbagai sektor kemanusiaan di Jalur Gaza, terutama kesehatan, pendidikan, perumahan dan bantuan makanan.

Ditambahkannya, Qatar sebelumnya juga sempat menawarkan pemberian hibah sebesar 9 juta dollar AS (sekitar Rp 126 miliar) untuk Gaza dua bulan lalu.

Baca juga : Mesir Buka Perbatasan dengan Jalur Gaza selama Dua Hari

Krisis keuangan yang dialami Otoritas Palestina menyebabkan pemotongan gaji karyawan mereka di Gaza sebesar 30 persen pada tahun lalu.

Para pekerja juga minggu lalu hanya menerima pembayaran gaji sebesar 50 persen setelah sempat tertunda selama dua bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X