Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/05/2018, 18:26 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Tiga warga yang berada di kawasan Pahang, Malaysia, begitu kaget ketika mereka bermaksud memberikan suara dalam pemilu.

Seperti dilansir The Star Rabu (9/5/2018), tiga warga tersebut mengetahui ada yang sudah sudah menggunakan nama mereka untuk memilih.

Kepala Polisi Pahang, Komisaris Datuk Seri Rosli Abdul Rahman menjelaskan, ketiganya datang ke kantor polisi dan membuat laporan.

Baca juga : Pemilu Malaysia, Pertarungan Dua Raksasa Politik Semenanjung Malaya

Dua warga berasal dari Temerloh dan berusia 68 serta 29 tahun. Adapun satu warga tinggal di Kuantan dan berumur 31 tahun.

"Kami telah meneruskan laporan ini ke Komisi Pemilu untuk diambil tindakan. Sebab, laporan ini berada di wilayah yurisdiksi mereka," kata Rosli.

Pemilu yang berlangsung Rabu ini menjadi pertarungan sengit Perdana Menteri Petahana Najib Razak, dan mantan PM Mahathir Mohamad.

Survei yang digelar oleh Merdeka Centre for Opinion Research Selasa (8/5/2018) membeberkan, Koalisi Barisan Nasional (BN) pimpinan Razak mengalami penurunan 37.4 persen.

Angka ini cukup tajam jika dibandingkan pemilu di 2013, di mana kala itu BN bisa meraup hingga 47,4 persen pemilih.

Sementara survei menunjukkan koalisi yang mengusung Mahathir, Pakatan Harapan, diprediksi bakal memperoleh 43,4 persen.

Pakar politik dari Universitas Malaya, Profesor Awang Azman Pawi, mengatakan, pemilihan umum kali ini diyakini sebagai pemilu paling kompetitif sepanjang sejarah negeri tersebut.

Sementara peneliti BowerGroup Asia yang berbasis di Kuala Lumpur, Asrul Hadi Abdullah, menegaskan, isu-isu ekonomi akan menjadi penentu dalam pemilihan umum kali ini.

Meningkatnya biaya hidup, kekesalan terhadap besaran pajak, dan ketidakseimbangan anggaran pembangunan di berbagai negara bagian menjadi bahan utama kampanye tahun ini.

Baca juga : Pemilu Malaysia: Najib Janjikan Pembebasan Pajak bagi Kaum Muda

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.