Kompas.com - 09/05/2018, 09:20 WIB
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menunjukkan jari yang terkena tinta, setelah memilih di tempat pemungutan suara di Pekan, Rabu (9/45/2018). (AFP/Mohd Rasfan)
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menunjukkan jari yang terkena tinta, setelah memilih di tempat pemungutan suara di Pekan, Rabu (9/45/2018). (AFP/Mohd Rasfan)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Penduduk Malaysia hari ini akan memutuskan apakah mereka memperpanjang kekuasaan Perdana Menteri Najib Razak (64) atau memilih kembali mantan perdana menteri Mahathir Mohamad (92).

Pemungutan suara dimulai pada pukul 08.00 di Kuala Lumpur. Pemenang bakal diumumkan hingga penghitungan suara selesai dilakukan hingga tengah malam.

Sekitar 10 jam sebelum pemungutan suara, Najib memberikan pidatonya di televisi dengan mengumbar sejumlah janjinya.

"Kepada semua kaum muda usia 26 tahun ke bawah, kami akan memberikan pembebasan pajak penghasilan dari 2017 dan tahun-tahun berikutnya," ucapnya disambut riuh tepuk tangan dan sorakan.

Baca juga : Keinginan Terakhir Ibu Saya, Ikut Pemilu Malaysia

Dia menambahkan, mereka yang telah membayar pajak pada tahun lalu akan mendapatkan ganti.

Najib juga berjanji, 14-15 Mei menjadi hari libur nasional sehingga warga Malaysia bisa menghabiskan waktu bersama keluarga untuk mempersiapkan bulan Ramadan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Janjinya itu dia lontarkan kurang dari satu bulan setelah Mahathir mengenalkan libur tambahan pada 10-11 Mei, jika koalisi oposisi Pakatan Harapan memenangkan pemungutan suara hari ini.

Najib juga menyatakan, semua jalan tol akan gratis selama lima hari pada Juni 2018 selama periode Idul Fitri.

"Walau saya adalah seorang pemimpin dan perdana menteri, saya juga seorang manusia biasa. Saya memiliki hati dan perasaan," katanya.

Pemungutan suara akan ditutup pada pukul 17.00 waktu setempat. Penduduk Malaysia mengharapkan perubahan, kendati kandidat perdana menteri menghadapi skandal.

"Ketika pemerintah menyadari mereka bisa tergantikan, mereka akan memperhatikan warganya," kata Lim Kok Tong kepada AFP.

Baca juga : Ikut Pemilu Lewat Pos, Warga Malaysia di Australia Harus Keluar Biaya

Najib kini berada dalam tekanan untuk mencetak kemenangan, setelah pemerintah kehilangan suara populer pada pemilu terakhir pada 2013.

Dia juga sedang menghadapi skandal korupsi pendanaan perusahaan pembangunan pemerintah Malaysia, 1MDB. Sementara lawannya, Mahathir Mohamad, sedang diselidiki oleh polisi terkait dugaan penyebaran berita palsu tentang sabotase pesawatnya.

Sebanyak 15 juta orang telah terdaftar sebagai pemilih dalam pemilu tahun ini, dan sebanyak 222 kursi parlemen siap diperebutkan oleh kedua kubu.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.