Kompas.com - 08/05/2018, 22:03 WIB

ISTANBUL, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan meneruskan melakukan operasi militer di sepanjang wilayah perbatasan setelah menyelesaikan serangan di Suriah.

Hal tersebut menjadi salah satu janji kampanye Erdogan yang akan kembali mengikuti pemilihan umum yang dimajukan pada 24 Juni mendatang.

Berbicara di hadapan ribuan pendukungnya di Istanbul, Erdogan mengatakan operasi Turki di sepanjang perbatasan negaranya akan terus berlanjut sampai tidak ada teroris yang tersisa.

"Kami akan terus menghancurkan koridor teror yang terbentuk di perbatasan selatan kami dengan operasi militer," kata Erdogan, Minggu (6/5/2018).

Baca juga : Erdogan Tolak Tantangan Debat di Televisi dari Calon Oposisi

"Tentara kami yang telah meraih hasil menakjubkan di Afrin telah siap untuk menjalankan misi-misi lainnya," tambah dia dilansir dari Middle East Monitor.

Sejak Januari 2018 lalu, Turki telah menjalankan serangan udara dan darat di Suriah sebagai bagian dari operasi militer "Ranting Zaitun" melawan milisi Kurdi Suriah (YPG) yang diyakini berafiliasi dengan partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dianggap teroris oleh Ankara.

Sebelumnya, militer Turki juga terlibat dalam misi pengamanan wilayah yang dibebaskan dalam operasi militer "Perisai Efrat".

Operasi yang menargetkan kelompok teroris ISIS dan Kurdi di timur Afrin tersebut telah rampung pada awal 2017.

Erdogan sebelumnya menyatakan kenginan untuk melanjutkan operasi dari provinsi Afrin, yang telah diamankan pada bulan Maret, ke kota Manbij di wilayah utara yang menjadi tempat pasukan dukungan AS.

Erdogan juga mengatakan Turki dapat melakukan serangan gabungan melawan militan Kurdi di Irak utara bersama dengan Baghdad.

Operasi tersebut, menurut Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu telah masih dalam agenda yang direncanakan.

Baca juga : Erdogan: Turki akan Perluas Operasi Militer ke Wilayah Kurdi Lainnya

Kompleksitas konflik di Suriah disebut turut menjadi salah satu alasan Presiden Erdogan dalam menggelar pemilihan umum lebih awal pda bulan Juni, 18 bulan lebih awal dari jadwal semula.

"Perkembangan di Suriah dan tempat lainnya menjadikan pentingnya peralihan ke sistem eksekutif yang baru sehingga kami dapat mengambil langkah-langkah untuk masa depan negara dengan cara yang lebih kuat," kata Erdogan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.