Papan Penanda Kantor Kedutaan AS Mulai Dipasang di Yerusalem

Kompas.com - 07/05/2018, 23:59 WIB
Pekerja mulai memasang ornamen bendera AS dan Israel di depan kantor Konsulat AS di Yerusalem sebelum diresmikan menjadi kantor kedubes pada 14 Mei mendatang. AFP / THOMAS COEXPekerja mulai memasang ornamen bendera AS dan Israel di depan kantor Konsulat AS di Yerusalem sebelum diresmikan menjadi kantor kedubes pada 14 Mei mendatang.

YERUSALEM, KOMPAS.com - Sepekan jelang pembukaan kantor Kedutaan Besar AS untuk Israel, para pekerja pada Senin (7/5/2018) telah mulai memasang papan penanda dan ornamen di sekitar gedung konsulat Amerika Serikat di kawasan Arnona, Yerusalem.

Para pekerja memasang papan-papan penanda dan penunjuk jalan bertuliskan "Kedutaan Besar AS" dalam bahasa Ibrani, Arab dan Inggris di sekitar gedung konsulat.

Seremoni pemindahan kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem dijadwalkan dilangsungkan pada Senin (14/5/2018) pekan depan.

Baca juga : Trump Ingin Israel Akui 4 Wilayah di Yerusalem Timur Ini Milik Palestina

Proses pemindahan tersebut menyusul pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017 lalu.

Pernyataan yang meruntuhkan diplomasi AS dan konsensus internasional yang telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun. Keputusan AS turut memicu kecaman dari seluruh dunia, terutama warga Palestina.

"Ini bukan mimpi melainkan sebuah kenyataan," tulis Wali Kota Yerusalem, Nir Barkat dalam akun media sosial Twitter-nya, Senin (7/5/2018).

Dalam postingannya, Barkat turut mengunggah foto saat dirinya menaiki tangga dan memegang salah satu papan penanda yang baru saja dipasang.

"Yerusalem adalah ibu kota abadi dari orang-orang Yahudi dan dunia mulai mengakui fakta ini," tambah Barkat dalam postingannya sembari menyampaikan terima kasih kepada Trump.

Peresmian kantor kedubes AS di Yerusalem akan dilangsungkan bertepatan dengan perayaan 70 tahun berdirinya pemerintahan Israel.

Israel menganggap deklarasi Trump atas Yerusalem sebagai salah satu tonggak sejarah.

Baca juga : Trump Ingin Hadiri Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

Sementara dari kubu Palestina, pejabat senior Saeb Erekat telah menyerukan dalam pernyataannya pada Senin (7/5/2018), kepada organisasi masyarakat sipil dan otoritas keagamaan untuk memboikot acara peresmian kantor kedutaan AS di Yerusalem.

"Mereka yang mengahadiri acara peresmian akan mengirimkan pesan yang tidak menyenangkan dan mendorong pelanggaran yang sangat jelas terhadap hukum internasional dan hak-hak orang Palestina," kata Erekat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X