Kompas.com - 07/05/2018, 22:59 WIB
Foto yang diambil pada 16 Oktober 2017, saat terdakwa Ursula Haverbeck menunggu persidangan di pengadilan di Berlin. Polisi telah menahan terdakwa yang tidak menyerahkan diri setelah divonis bersalah dan dihukum dua tahun penjara. AFP / PAUL ZINKENFoto yang diambil pada 16 Oktober 2017, saat terdakwa Ursula Haverbeck menunggu persidangan di pengadilan di Berlin. Polisi telah menahan terdakwa yang tidak menyerahkan diri setelah divonis bersalah dan dihukum dua tahun penjara.

BERLIN, KOMPAS.com — Kepolisian Jerman, pada Senin (7/5/2018), berhasil menemukan dan menahan seorang perempuan berusia 89 tahun yang didakwa bersalah terlibat dalam kasus Holocaust.

Ursula Haverbeck, yang dijuluki "Nenek Nazi" oleh media di Jerman, telah divonis bersalah pada persidangan pada Oktober atas delapan tuduhan dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Namun, dia yang diwajibkan melapor ke penjara dan menyerahkan diri untuk memulai hukumannya paling lambat pada 23 April lalu itu tidak hadir dan justru melarikan diri.

"Setelah terpidana tidak melapor ke lembaga pemasyarakatan terkait dalam batas waktu, jaksa di Verden pada 4 Mei 2018 mengeluarkan surat perintah untuk eksekusi hukuman," kata jaksa dalam pernyataannya.

Baca juga: Belum Sempat Masuk Bui, Eks Bendahara Nazi Meninggal di Usia 96 Tahun

Kepolisian pun memerintahkan pencarian atas terpidana dan setelah tiga hari polisi menemukan nenek itu di rumahnya di kota Vlotho. Demikian diberitakan DPA mengutip polisi dan jaksa.

Setelah ditahan, Nenek Ursula segera dipindahkan ke penjara untuk menjalani masa hukumannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ursula Haverbeck tercatat pernah menjadi ketua pusat pelatihan sayap kanan yang ditutup pada 2008 lalu karena menyebarkan propaganda Nazi.

Dia dihukum karena tuduhan melakukan penyangkalan Holocaust. Dalam persidangan pada 2015, dia bersikeras bahwa Auschwitz tidak terbukti secara historis sebagai kamp kematian.

"Itu (Auschwitz) tidak lebih dari sekadar keyakinan," kata Haverbeck dikutip AFP.

Ursula juga pernah tampil di televisi dan menyatakan bahwa Holocaust adalah kebohongan terbesar dan terus bertahan dalam sejarah.

Holocaust menunjuk pada tragedi pembunuhan sekitar 1,1 juta orang, sebagian besar orang Yahudi Eropa, antara tahun 1940 hingga 1945 di kamp konsentrasi Auschwitz yang dijalankan Nazi Jerman.

Baca juga: Foto Korban Kamp Konsentrasi Nazi Jerman di Auschwitz Dipublikasikan



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X