Negara-negara Islam Mulai Bertindak Atasi Krisis Pengungsi Rohingya

Kompas.com - 07/05/2018, 22:24 WIB
Menteri luar negeri dan diplomat dari 53 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) saat menghadiri konferensi di Dhaka, Bangladesh, 6 Maret 2018. AFPMenteri luar negeri dan diplomat dari 53 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) saat menghadiri konferensi di Dhaka, Bangladesh, 6 Maret 2018.

DHAKA, KOMPAS.com - Para menteri luar negeri negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam ( OKI) meluncurkan kampanye memobilisasi dukungan internasional untuk melawan Myanmar atas krisis pengungsi Rohingya.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam perundingan di ibu kota Bangladesh, Dhaka yang dihadiri menteri luar negeri dan diplomat dari 53 negara anggota OKI.

Mereka sepakat membentuk komite kampanye baru yang bertugas mengerahkan dan mengkoordinasikan dukungan politik internasional untuk meminta pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia masyarakat Rohingya.

Menurut Sekjen OKI, Yousef bin Ahmed al-Othaimeen, kesepakatan itu menjadi langkah kunci untuk mengakhiri krisis yang memaksa sekitar 700.000 warga Rohingya melarikan diri dari kampung halaman mereka di Myanmar dan menempati kamp-kamp pengungsian di Bangladesh.

Baca juga : Bertemu Presiden Myanmar, Jokowi Juga Singgung Pengungsi Rohingya

"Ini menjadi salah satu langkah konkret yang telah diambil untuk meringankan masalah saudara-saudara (Rohingya) kami," ujarnya dilansir AFP.

Ditambahkan al-Othaimeen, negara-negara anggota OKI harus menekan komunitas internasional dan membela hak-hak kaum Rohingya.

"Ini bukan masalah agama, ini adalah masalah hak asasi manusia dari saudara-saudara kita dalam 50 tahun terakhir," tambahnya.

Ratusan ribu warga Rohingya meninggalkan kampung halaman mereka setelah serangan militer yang dilancarkan angkatan bersenjata Myanmar di negara bagian Rakhine pada Agustus lalu.

PBB telah menyebut tindakan yang dilakukan Myanmar sebagai pembersihan etnis. Tuduhan itu dibantah militer Myanmar dengan mengatakan mereka hanya menargetkan anggota milisi bersenjata Rohingya.

Namun para pengungsi Rohingya di kamp-kamp penampungan di Bangladesh secara konsisten menyebut mereka melarikan diri dari pembunuhan dan perkosaan yang dilakukan tentara.

Jaksa penuntut Pengadilan Pidana Internasional (ICC) telah meminta agar mereka dapat menggelar penyelidikan atas dugaan tindak perkosaan dan pembunuhan massal dalam krisis di Rakhine.

Baca juga : Tak Hanya Rohingya, Etnis Kachin di Myanmar Juga Mengungsi akibat Konflik



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X