Lebih dari 200 Orang Keracunan Air Minum di Kamboja, 13 Tewas

Kompas.com - 07/05/2018, 21:26 WIB
Foto yang diambil pada Minggu (6/5/2018), menunjukkan warga sebuah desa di Provinsi Kratie yang tengah dirawat akibat keracunan minuman. Setidaknya 13 orang dilaporkan tewas dan hampir 200 lainnya masih dirawat. AFP / STRINGERFoto yang diambil pada Minggu (6/5/2018), menunjukkan warga sebuah desa di Provinsi Kratie yang tengah dirawat akibat keracunan minuman. Setidaknya 13 orang dilaporkan tewas dan hampir 200 lainnya masih dirawat.

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Sedikitnya 13 orang tewas dan hampir 200 lainnya dirawat di rumah sakit di Kamboja, akibat mengonsumsi minuman yang telah terkontaminasi.

Dinas kesehatan setempat menduga para warga keracunan setelah mengonsumsi anggur beras buatan rumah atau air minum yang terkontaminasi zat berbahaya.

Insiden keracunan tersebut terjadi di desa Sre Non dan Aloch yang berada di daerah miskin di Provinsi Kratie, Kamboja timur.

Menurut dinas kesehatan setempat, dikutip AFP, kasus keracunan warga telah dilaporkan sejak Kamis (3/5/2018) pekan lalu, dan hingga Senin (7/5/2018) jumlah korban tewas telah mencapai 13 orang.

Baca juga : Satu Keluarga di Inggris Keracunan Gara-gara Membersihkan Akuarium

"Hingga hari ini 13 orang telah meninggal. Kami belum mengetahui penyebab pasti keracunan warga. Kami sedang menyelidikinya sekarang," kata Direktur Kesehatan Provinsi, Chheang Savutha.

Diberitakan Xinhua, warga mengomsumsi air minum yang diambil dari kanal, termasuk untuk membuat anggur beras.

Setelah meminum air tersebut warga mengalami gejala sakit perus, muntah, sakit tenggorokan, kelelahan, pusing hingga kesulitan bernapas.

Para korban berusia antara 24 hingga 73 tahun.

Sebanyak hampir 200 warga desa dirawat di rumah sakit di Provinsi Kratie, sementara delapan orang yang dalam kondisi gawat dirujuk ke rumah sakit di Phnom Penh.

Kementerian Kesehatan telah mengambil sampel dari alkohol beras yang diminum warga dan menemukan adanya kadar metanol tinggi dan menjadikan minuman itu sangat berbahaya.

Namun mereka masih menunggu hasil uji laboratorium untuk sampel air minum.

Baca juga : Diduga Keracunan Jamu, 11 Ibu Menyusui Dilarikan ke Rumah Sakit

Pemerintah setempat telah menutup tempat produksi dan penjualan anggur beras yang diduga terkontaminasi, serta melarang warga desa menggunakan air yang dicurigai di kanal untuk kebutuhan air bersih mereka.

"Saya memohon kepada warga untuk tidak minum anggur dari sumber yang tidak jelas atau tanpa proses produksi yang tepat, terutama yang dicampur dengan metanol."

"Saya juga meminta warha tidak membuang atau mengalirkan limbah kimia ke danau, sungai, atau saluran yang menjadi sumber air konsumsi," kata Menteri Kesehatan Mam Bunheng dalam pernyataannya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP,Xinhuanet
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X