Kompas.com - 07/05/2018, 19:57 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump telah memaparkan gambaran besar rencana perdamaiannya untuk Palestina dan Israel terkait dengan Yerusalem.

Dalam rencana tersebut, Trump mengharap Israel mau mengakui empat wilayah di Yerusalem Timur sebagai wilayah Palestina.

Dilaporkan media Israel, Maariv, Presiden Trump telah menyampaikan rencananya tersebut kepada Menteri Pertahanan Avigdor Liberman saat berkunjung ke Washington DC.

Dilansir dari Jerusalem Online, Presiden Trump meminta Israel menarik diri dari empat wilayah di Yerusalem Timur yakni Shuafat, Jabel Mukaber, Isawiya dan Abu Dis.

Baca juga : Raja Arab Saudi Beri Sumbangan Rp 2 Triliun untuk Palestina

Selain itu, Trump mengharap otoritas Israel dapat mengakui keempat wilayah tersebut sebagai wilayah Palestina, sehingga dapat menjadi ibu kota masa depan Palestina.

Surat kabar Maariv menambahkan, jika Israel bersedia memenuhi permintaan AS, maka mereka akan menerima dukungan tanpa syarat dari Gedung Putih terkait isu nuklir Iran.

AS menyatakan siap memberikan dukungan tingkat internasional jika Israel memutuskan menentang Iran secara langsung, bahkan jika terjadi perang.

Kabar mengenai rencana AS itu muncul di tengah persiapan Washington yang akan memindahkan kantor kedutaan besarnya dari Tel Aviv menuju Yerusalem yang dijadwalkan pada 14 Mei mendatang.

Pemindahan tersebut menyusul pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang dikecam banyak pihak, terutama warga Palestina.

Akibat pengakuan itu, Presiden Mahmoud Abbas mengatakan untuk selanjutnya bakal menolak setiap penawaran dari AS.

Baca juga : Raja Salman Tolak Rencana AS Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

Otoritas Palestina juga telah mengkonfirmasi tawaran yang disampaikan AS untuk menjadikan Abu Dis sebagai ibu kota masa depan mereka.

Rincian akan rencana Trump diharapkan dapat segera terungkap segera setelah pemindahan kedubes.

Sementara itu, para pejabat AS yang didekati Jerusalem Post telah membantah dengan tegas laporan mengenai rencana Trump dan menyebutnya masih dalam tahap perencanaan akhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.