Presiden Iran: AS Bakal Menyesal jika Keluar dari Kesepakatan Nuklir

Kompas.com - 07/05/2018, 14:28 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri sidang umum PBB di New York, Sabtu (26/9/2015). APPresiden Iran Hassan Rouhani menghadiri sidang umum PBB di New York, Sabtu (26/9/2015).

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyebut Amerika Serikat (AS) bakal menyesal jika keluar dari kesepakatan nuklir.

Pernyataan Rouhani itu terjadi setelah Presiden AS mengancam bakal keluar dari kesepakatan nuklir yang dibuat pada 2015 itu.

Dilansir AFP Senin (7/5/2018), Trump mempunyai waktu hingga Sabtu (12/5/2018) untuk memutuskan apakah memperpanjang, atau keluar dari kesepakatan nuklir itu.

Selama ini, presiden 71 tahun itu selalu mengkritik kebijakan nuklir yang disebutnya "terburuk dalam sejarah" tersebut.

Trump menyebut, kesepakatan itu tidak mencakup isu Iran yang lain. Seperti uji coba rudal balistik, maupun aktivitas mereka di Timur Tengah seperti di Yaman dan Suriah.

Baca juga : Iran: Jika Trump Menarik Diri dari Kesepakatan Nuklir, Kami Keluar

AFP mengabarkan, Trump meminta negara sekutu AS di Eropa untuk "memperbaiki kekurangan" tersebut, atau dia bakal menarik diri dari kesepakatan.

"Jika AS keluar, Anda bakal melihat mereka bakal sangat menyesal sejak negara mereka berdiri," kata Rouhani ketika berpidato di kawasan barat laut Iran.

Rouhani menambahkan, baik Trump maupun sekutu AS di Timur Tengah, Israel, harus mengetahui kalau rakyat Iran telah bersatu.

"Hari ini, seluruh faksi politik Iran, baik sayap kiri maupun kanan, kalangan moderat hingga konservatif, semuanya bersatu," kata Rouhani.

Ucapan Rouhani merujuk kepada pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut Iran menyembunyikan senjata nuklirnya.

Rouhani melanjutkan, Iran saat ini masih berusaha menghormati komitmen. "Namun kami tidak akan bernegosiasi mengenai senjata maupun pertahanan kami," tegasnya.

Desakan agar Trump bertahan di kesepakatan itu disuarakan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, dalam tulisannya di New York Times.

Dilaporkan BBC, Johnson menyadari kalau kesepakatan bernama Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) itu mempunyai banyak celah.

"Namun, dari berbagai opsi agar Iran tidak mendapatkan senjata nuklir, hanya JCPOA yang kekurangannya paling sedikit," kata Johnson.

Menteri 53 tahun itu kemudian mengibaratkan JCPOA sebagai borgol. Dia menyatakan borgol itu telah tersedia di meja.

"Sangat bijaksana jika fokus kami adalah meningkatkan borgol tersebut, bukan berusaha merusaknya," lanjut Johnson.

Baca juga : PM Israel Klaim Punya Bukti Iran Sembunyikan Senjata Nuklir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.