Pemberontak Suriah Serahkan Persenjataan pada Pasukan Pemerintah

Kompas.com - 04/05/2018, 20:45 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak Suriah pada Jumat (4/5/2018) menyerahkan persenjataan mereka kepada pasukan rezim di bawah kesepakatan yang tercapai dengan pemerintah.

Kelompok oposisi telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan pasukan rezim Suriah dan sekutunya untuk beberapa wilayah di provinsi Hama dan Homs, termasuk kota-kota yang dikuasai pemberontak, yakni Talbisseh, Rastan dan Al-Houla.

"Para pemberontak telah menyerahkan persenjataan mereka, baik senjata berat maupun menengah, kepada pasukan rezim untuk dua hari berturut-turut," kata badan pengawas Suriah untuk hak asasi manusia dalam pernyataannya, Jumat (4/5/2018).

Baca juga : Pemberontak Suriah Mulai Tinggalkan Wilayah Selatan Damaskus

Persenjataan yang diserahkan tersebut meliputi artileri dan senapan mesin.

"Setelah serah terima persenjataan selesai, anggota pemberontak yang berkeinginan untuk pergi akan dievakuasi bersama dengan warga sipil," kata Kepala Observatorium Suriah, Rami Abdel Rahman, dilansir AFP.

Anggota pemberontak dan warga sipil akan diizinkan melalui jalur evakuasi yang aman menuju kota yang dikuasai pemberontak di Jarabulus, provinsi Aleppo, dan provinsi Idlib yang sebagian besar luput dari kontrol pemerintah.

Menurut kantor berita pemerintah SANA, kesepakatan antara pasukan rezim dengan pemberontak meliputi pengembalian institusi pemerintah ke tiga kota dan pembukaan kembali jalan raya utama.

Jalan raya yang kembali dibuka menyambungkan ibu kota Damaskus dengan Homs dan kota kedua Aleppo di utara.

Pembukaan dan mengamankan kembali jalur darat tersebut termasuk salah satu target utama operasi militer yang dilakukan rezim Suriah.

Baca juga : Kelompok Pemberontak Suriah Dikabarkan Ingin Buka Kantor di AS

Sebanyak empat wilayah di Suriah kini telah mengalami penurunan dalam konflik bersenjata, meski kekerasan masih terus terjadi.

Salah satunya di Ghouta Timur yang dibebaskan dari pemberontak pada bulan lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.