Kompas.com - 03/05/2018, 21:55 WIB
Seorang pria diangkat dari puing-puing rumahnya yang rusak menyusul badai pasir dahysat di Etmadpur, distrik Agra, negara bagian Uttar Pradesh, India Utara, Kamis (3/5/2018) waktu setempat. Badai pasir menerjang seluruh wilayah India Utara hingga menewaskan 77 orang dan melukai 143 orang lainnya. AFP PHOTO / STRSeorang pria diangkat dari puing-puing rumahnya yang rusak menyusul badai pasir dahysat di Etmadpur, distrik Agra, negara bagian Uttar Pradesh, India Utara, Kamis (3/5/2018) waktu setempat. Badai pasir menerjang seluruh wilayah India Utara hingga menewaskan 77 orang dan melukai 143 orang lainnya.

AGRA, KOMPAS.com - Kilatan petir dan badai pasir yang terjadi di seluruh India dilaporkan telah menelan korban tewas hingga 116 orang dan melukai 250 lainnya.

Gumpalan pasir itu menerjang dengan kecepatan mencapai 130 kilometer per jam menghancurkan rumah, dan menewaskan warga ketika mereka tengah tertidur.

Pohon hingga tiang listrik di Negara Bagian Uttar Pradesh, Rajasthan, dan Punjab dilaporkan tumbang akibat badai yang terjadi Rabu (2/5/2018).

Pejabat setempat menyatakan terdapat 65 korban tewas di Uttar Pradesh, 35 di Rajasthan, dan dua di Punjab, dan 14 di Andhra Pradesh.

Baca juga : Badai Pasir Terjang Wilayah di India, 77 Orang Tewas

Shivam Lohia, warga yang mempunyai usaha hotel di Distrik Alwar, Rajasthan berujar, dia melarikan diri setelah mobilnya hampir terangkat karena angin.

"Saya belum pernah melihat badai yang menghancurkan seperti itu dalam 25 tahun terakhir," kata Lohia dilansir AFP Kamis (3/5/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komisioner Penyelamat Uttar Pradesh, TP Gupta berujar, menurut laporan cuaca bakal ada badai dalam 48 jam ke depan. "Kami meminta warga waspada," katanya.

Hemant Gera, Ketua Departemen Bantuan dan Manajemen Bencana juga mengiyakan perkataan Gupta seraya menambahkan layanan panggilan darurat tetap tersedia.

Departemen Meteorologi India memperingatkan, badai bakal terus menerjang hingga Sabtu (5/5/2018) nanti.

Charan Singh, peneliti dari departemen meteorologi berkata, angin berkecepatan 132 kilometer per jam menerjang Agra.

Sementara di ibu kota New Delhi, angin dilaporkan berada dalam kecepatan 59 kilometer per jam.

"Badai terjadi akibat tubrukan iklim timur dan barat di dataran utara yang terbilang lembab," jelas Singh.

Perdana Menteri India Narendra Modi dalam cuitannya di Twitter berujar kalau dia sangat sedih dengan korban tewas akibat badai tersebut.

"Saya telah menginstruksikan pemerintah negara bagian untuk membantu warga yang terdampak bencana," jelas Modi.

Baca juga : Hujan Badai, Tiga Tiang Listrik di Semarang Roboh



Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.