Aung San Suu Kyi Izinkan PBB Masuk ke Rakhine

Kompas.com - 03/05/2018, 14:29 WIB
Pemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017. AFP/YE AUNG THUPemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017.

YANGON, KOMPAS.com - Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengizinkan badan-badan PBB untuk masuk ke negara bagian Rakhine.

Dalam tulisan di Facebook, Aung San Suu Kyi menyatakan, kehadiran PBB bisa membantu pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana bagi kepulangan ribuan warga etnis Rohingya.

"Keterlibatan PBB akan menguatkan kemampuan pemerintah untuk memastikan pengungsi bisa pulang, tanpa merasa takut," katanya, Rabu (2/5/2018).

Selama ini, PBB kecewa dengan sikap pemerintah Myanmar yang menolak mengeluarkan izin bagi para pejabat dan badan-badan PBB untuk masuk ke Rakhine.


Baca juga : Tak Hanya Rohingya, Etnis Kachin di Myanmar Juga Mengungsi akibat Konflik

Rakhine merupakan negara bagian di Myanmar, di mana militer menggelar operasi yang digambarkan PBB sebagai upaya pembersihan etnik.

Operasi digelar setelah anggota kelompok militan di Rakhine menyerang pos-pos keamanan dan menewaskan sejumlah personel.

Para diplomat mengatakan, mereka mempertimbangkan untuk mengajukan Myanmar ke Mahkamah Pidana Internasional jika pemerintah Myanmar tidak melakukan investigasi atas kasus dugaan pemerkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap warga Rohingya.

Duta Besar Inggris untuk PBB Karen Pierce mengatakan, Dewan Keamanan PBB bisa membantu Myanmar untuk mengumpulkan bukti-bukti pembersihan etnik terhadap warga Rohingya.

Menurut dia, yang perlu dilakukan saat ini adalah menyepakati mekanisme untuk memastikan berbagai bukti dugaan persekusi terhadap warga Rohingya bisa diambil dan diserahkan ke pihak terkait.

Baca juga : Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Gelombang aksi kekerasan di negara bagian Rakhine mendorong sekitar 700.000 warga etnis Rohingya menyelamatkan diri ke negara tetangga, Bangladesh, sejak Agustus tahun lalu.

Para pengungsi memberi kesaksian adanya pembunuhan dan pemerkosaan terhadap warga Rohingya. Mereka juga mengatakan, militer membakar rumah-rumah mereka.

Pejabat militer Myanmar menolak tuduhan pembersihan etnik, meski belakangan mengakui ada beberapa personel militer yang terlibat pembunuhan terhadap warga Rohingya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X