Kompas.com - 02/05/2018, 15:49 WIB

GENEVA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bisa saja menobatkan dirinya sebagai pemimpin negara terpopuler di Twitter.

Namun, dia jauh dibelakang Perdana Menteri India Narendra Modi di media sosial milik Mark Zuckerberg, Facebook.

Perusahaan komunikasi Burson-Martsteller, seperti dilansir dari AFP, Rabu (2/5/2018), memantau aktivitas dari 650 tokoh dan halaman resmi dari institusi kepala negara dan pemerintah, serta menteri sejak 1 Januari 2017.

Di Twitter, sebanyak 43,2 juta orang menjadi pengikut Modi. Jumlah itu hampir dua kali lipat dari jumlah pengikut Trump.

Sebagai informasi, ada dua akun resmi Twitter milik Trump. Pengikut dengan jumlah 23,1 juta ada di akun @POTUS, sedangkan akun @realDonaldTrump memiliki jumlah pengikut sebesar 51,4 juta.

POTUS merupakan akun Twitter Trump yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Sementara, Facebook yang lebih banyak digunakan oleh penduduk di Asia ketimbang Twitter, tentu saja membuat Modi tersebut mempunyai pengikut lebih tinggi, yaitu 42,7 juta.

Baca juga : Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Trump mencatatkan jumlah pengikut di Facebook sebanyak 25,5 juta. Kendati lebih populer, aktivitas Modi di Facebook ternyata tidak sebaik Trump.

Suami Melania Trump ini membukukan total 204,9 juta komentar, suka, dan bagi dalam 14 bulan terakhir, hampir dua kali lipat dari Modi yang tercatat sebanyak 113,6 juta.

Penelitian juga menemukan, ada sekitar lima unggahan baru di akun Facebook Trump, sedangkan Modi hanya setengahnya.

Selain itu, studi ini menggarisbawahi pemimpin dunia yang memilih untuk memegang akun media sosialnya, daripada mempercayakannya kepada tim.

Baca juga : PM India Kecam Pembunuhan Berlatar Perlindungan Sapi

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern misalnya, dia begitu aktif di dunia maya dan kerap melakukan siaran langsung dari rumahnya dan bahkan dari mobil.

Politisi yang sedang hamil 7 bulan itu menjadi pemimpin dunia yang "paling disayangi" di Facebook. Sekitar 14 persen dari interaksi di akun media sosialnya dipenuhi oleh kiriman "hati" dari penggemarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.