Kompas.com - 01/05/2018, 23:48 WIB
Warga Suriah meninggalkan kawasan Al Qasr di Aleppo, setelah wilayah tersebut direbut pasukan pro pemerintah pada Desember 2016. AFP/GEORGE OURFALIANWarga Suriah meninggalkan kawasan Al Qasr di Aleppo, setelah wilayah tersebut direbut pasukan pro pemerintah pada Desember 2016.

AL QASR, KOMPAS.com - Serangan udara menghantam kawasan desa di Suriah timur laut, yang diduduki ISIS, pada Selasa (1/5/2018).

Setidaknya 23 warga sipil termasuk anak-anak menjadi korban tewas akibat serangan tersebut.

Belum ada pihak yang mengaku melakukan serangan. Namun Observatorium Suriah, organisasi pengawasan hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, menyebut antara koalisi pimpinan AS atau pasukan Irak.

"Kamu tidak mengetahui saat ini apakah serangan dilakukan koalisi internasional pimpinan AS atau dari pasukan Irak," tulis pernyataan Observatorium Suriah.

Baca juga : Media Suriah Tuduh AS dan Inggris Pelaku Serangan Markas Militernya

Organisasi pengawas itu bergantung pada informasi dari jaringan yang berada di lokasi.

Dua pihak yang diyakini ada dibalik serangan, yakni koalisi pimpinan AS telah mendukung aliansi Kurdi-Arab yang telah membantu memerangi ISIS di Suriah Timur yang berbatasan dengan Irak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan Irak, sebelumnya juga telah melancarkan serangan ke markas ISIS di Suriah, termasuk bulan lalu di provinsi timur Deir Ezzor.

Pada Februari lalu, serangan udara yang dilancarkan koalisi AS telah menewaskan 25 warga sipil di desa Shaafah, provinsi Deir Ezzor.

Koalisi mengatakan telah melakukan segala cara untuk mencegah timbulnya korban warga sipil dalam serangannya.

Namun pekan lalu, koalisi pimpinan AS mengatakan, serangan udaranya telah menyebabkan 28 warga sipil tewas di Irak maupun Suriah selama 2017.

Sejak 2014, serangan koalisi AS di Irak dan Suriah disebut telah menelan setidaknya 883 korban dari warga sipil.

Kelompok teroris yang dideklarasikan pada 2014, telah kehilangan banyak wilayah di Suriah maupun Irak, sejak diusir dari kedua negara tersebut.

Baca juga : Paramiliter Suriah Siap Bekerja Sama dengan Tentara Arab

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.