Kompas.com - 01/05/2018, 23:48 WIB

AL QASR, KOMPAS.com - Serangan udara menghantam kawasan desa di Suriah timur laut, yang diduduki ISIS, pada Selasa (1/5/2018).

Setidaknya 23 warga sipil termasuk anak-anak menjadi korban tewas akibat serangan tersebut.

Belum ada pihak yang mengaku melakukan serangan. Namun Observatorium Suriah, organisasi pengawasan hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, menyebut antara koalisi pimpinan AS atau pasukan Irak.

"Kamu tidak mengetahui saat ini apakah serangan dilakukan koalisi internasional pimpinan AS atau dari pasukan Irak," tulis pernyataan Observatorium Suriah.

Baca juga : Media Suriah Tuduh AS dan Inggris Pelaku Serangan Markas Militernya

Organisasi pengawas itu bergantung pada informasi dari jaringan yang berada di lokasi.

Dua pihak yang diyakini ada dibalik serangan, yakni koalisi pimpinan AS telah mendukung aliansi Kurdi-Arab yang telah membantu memerangi ISIS di Suriah Timur yang berbatasan dengan Irak.

Sedangkan Irak, sebelumnya juga telah melancarkan serangan ke markas ISIS di Suriah, termasuk bulan lalu di provinsi timur Deir Ezzor.

Pada Februari lalu, serangan udara yang dilancarkan koalisi AS telah menewaskan 25 warga sipil di desa Shaafah, provinsi Deir Ezzor.

Koalisi mengatakan telah melakukan segala cara untuk mencegah timbulnya korban warga sipil dalam serangannya.

Namun pekan lalu, koalisi pimpinan AS mengatakan, serangan udaranya telah menyebabkan 28 warga sipil tewas di Irak maupun Suriah selama 2017.

Sejak 2014, serangan koalisi AS di Irak dan Suriah disebut telah menelan setidaknya 883 korban dari warga sipil.

Kelompok teroris yang dideklarasikan pada 2014, telah kehilangan banyak wilayah di Suriah maupun Irak, sejak diusir dari kedua negara tersebut.

Baca juga : Paramiliter Suriah Siap Bekerja Sama dengan Tentara Arab

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.