Korsel, China dan Jepang Gelar Pertemuan Trilateral Pekan Depan

Kompas.com - 01/05/2018, 23:21 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe AFP Photo/Brendan SmialowskiPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe

TOKYO, KOMPAS.com - Pertemuan trilateral antara Korea Selatan, China dan Jepang akan digelar di Tokyo pekan depan. Pertemuan tersebut akan menjadi agenda selanjutnya yang membahas soal Korea Utara.

Pertemuan antara tiga negara bertetangga itu dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei mendatang, menjadi yang pertama setelah lebih dari dua tahun.

Pertemuan direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Korsel Moon Jae-in, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan Perdana Menteri China Li Keqiang.

Ketiga negara bertetangga tersebut saling memiliki keterkaitan dengan Korea Utara.

Baca juga : Jepang, AS dan Korsel Target Denuklirisasi Korut Tercapai pada 2020

Korea Selatan sebagai negara yang berbatasan langsung dan tengah terlibat perang langsung, Jepang yang kadang menjadi sasaran ancamannya, serta China sebagai pendukung diplomatik kunci dan mitra bisnis.

Pertemuan tersebut juga akan menjadi perjalanan Presiden Moon ke Jepang yang pertama sejak enam tahun terakhir.

Sementara, dilaporkan Xinhua, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menegaskan perdana menteri Li akan menghadiri pertemuan trilateral tersebut.

Namun tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan mengenai agenda yang akan dibahas.

"Pertemuan itu sangat penting. Kami ingin mengkonfirmasi kerja sama dengan Presiden Moon sebelum dilangsungkannya pertemuan puncak antara AS dengan Korea Utara," kata Perdana Menteri Abe dalam kunjungan ke Yordania.

"Saya ingin membahas secara menyeluruh mengenai Korea Utara, membahas masalah penculikan, rudal dan nuklir serta untuk menciptakan masa depan yang lebih baik," tambahnya.

Perdana Menteri Abe memang tengah gencar memperjuangkan nasib warganya yang telah diculik Korea Utara di era 1970 hingga 1980-an.

Baca juga : Korea Utara dan Korea Selatan Siap Akhiri Perang Tahun Ini

Sebelumnya pada Jumat (27/4/2018) pekan lalu telah dilangsungkan pertemuan puncak antara Presiden Moon dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Gedung Perdamaian, desa perbatasan Panmunjom.

Pertemuan yang berlangsung selama sekitar 12 jam itu menghasilkan Deklarasi Panmunjom, di mana salah satunya, kedua pemimpin sepakat mencari jalan damai untuk mengakhiri perang.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X