Menlu Rusia Tuduh AS Berupaya Memecah Belah Suriah

Kompas.com - 01/05/2018, 15:35 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov (tengah) dalam pertemuan yang dihadiri Menlu Turki Mevlut Cavusoglu (kanan, membelakangi kamera), Menlu Iran Mohammad Javad Zarif (kiri, membelakangi kamera) di Moskwa, Rusia, Selasa (20/12/2016). Amerika Serikat absen dalam pertemuan yang membahas konflik Suriah itu. Associated PressMenteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov (tengah) dalam pertemuan yang dihadiri Menlu Turki Mevlut Cavusoglu (kanan, membelakangi kamera), Menlu Iran Mohammad Javad Zarif (kiri, membelakangi kamera) di Moskwa, Rusia, Selasa (20/12/2016). Amerika Serikat absen dalam pertemuan yang membahas konflik Suriah itu.

MOSKWA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menyebut Amerika Serikat sedang berupaya memecah belah Suriah.

Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov masih terkait dengan serangan udara yang dilancarkan AS ke wilayah Suriah baru-baru ini.

Menurutnya, rudal yang ditembakkan AS bersama sekutunya benar-benar telah memperburuk situasi.

"Pernyataan AS yang mendukung integritas teritorial Suriah hanya kata-kata belaka untuk menutupi rencana membentuk ulang Timur Tengah dan membagi Suriah dalam beberapa bagian," kata Lavrov akhir pekan lalu.

Baca juga : Suriah Sebut Aksi Militer Sekutu sebagai Serangan Barbar dan Brutal

Komentar tersebut disampaikan Lavrov saat bertemu dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu.

Ketiga negara tersebut, Iran, Rusia dan Turki, merupakan negara penjamin dalam proses Astana yang bertujuan untuk mengakhiri kekerasan di Suriah.

Melansir dari SCMP, ketiga negara juga telah sepakat untuk semakin mengintensifkan upaya untuk menyediakan bantuan kemanusiaan di Suriah.

"Kami akan memastikan bahwa bantuan yang diberikan dalam cara yang paling efektif."

"Kami akan bekerja sama dengan pemerintah, oposisi dan tentunya dengan rekan-rekan kami di PBB, Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Suriah, serta organisasi internasional lainnya," kata Lavrov.

Kelompok bantuan internasional berulang kali menuduh pemerintah rezim Suriah yang memiliki kedekatan dengan Rusia dan Iran, telah melarang pengiriman bantuan ke daerah-daerah yang dikepung dan dikuasai pemberontak.

Lavrov pun kembali menegaskan pendapat Rusia tentang tuduhan serangan senjata kimia di Kota Douma awal April ini sebagai rekayasa untuk melancarkan serangan misil oleh AS bersama sekutunya, Inggris dan Perancis.

Baca juga : Serangan ke Suriah Menunjukkan Standar Ganda AS dan Sekutunya

Menutup pertemuan, ketiga menteri luar negeri mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan senjata kimia di Suriah.

Menurut ketiga Menlu, setiap laporan tentang penggunaan senjata terlarang itu harus diselidiki secara cepat dan profesional oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).



Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X