Presiden Palestina Minta Anak-anak Dijauhkan dari Perbatasan Gaza

Kompas.com - 01/05/2018, 13:51 WIB
Para pengunjuk rasa membopong rekan mereka yang terluka saat bentrokan dengan pasukan Israel di perbatasan Israel dan Palestina di Jalur Gaza, Rabu (4/4/2018). MAHMUD HAMS/AFPPara pengunjuk rasa membopong rekan mereka yang terluka saat bentrokan dengan pasukan Israel di perbatasan Israel dan Palestina di Jalur Gaza, Rabu (4/4/2018).

RAMALLAH, KOMPAS.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta kepada warganya untuk tidak melibatkan anak-anak dalam melakukan aksi protes di sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel.

Presiden Abbas memperingatkan tidak ingin generasi muda yang akan menjadi masa depan Palestina menjadi generasi "cacat".

"Jauhkan para pemuda dari perbatasan, pindahkan anak-anak dari sana. Kami tidak ingin mereka menjadi orang-orang cacat," kata Abbas dalam pidatonya di Ramallah, Tepi Barat, pada Senin (30/4/2018).

Sedikitnya sudah 48 orang warga Palestina tewas selama aksi protes di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel yang dimulai sejak 30 Maret 2018 lalu.

Baca juga : PBB Peringatkan Protes Gaza Bisa Jadi Perang Baru

Enam orang di antara korban tewas adalah mereka yang masih berusia belasan tahun atau bahkan lebih muda.

Sementara ratusan lainnya mengalami luka akibat terkena tembakan peluru tajam yang dilepaskan militer Israel.

Presiden Abbas, dalam pertemuan Dewan Nasional Palestina yang jarang terjadi, menyatakan dukungannya terhadap aksi protes secara damai di sepanjang perbatasan.

Namun Abbas menekankan, pentingnya untuk tetap melindungi pemuda dan anak-anak yang merupakan generasi masa depan Palestina.

Pertahanan yang dilakukan pemerintah Israel terhadap para peserta aksi dinilai berlebihan karena mengerahkan pasukan militer dan menggunakan peluru tajam.

Koordinator Khusus PBB untuk Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladerov mengecam tindakan militer Israel yang menewaskan seorang anak remaja berusia 15 tahun akibat terkena tembakan.

"Ini sangat memalukan untuk menembaki anak-anak. Mereka harus dilindungi dari kekerasan, bukan justru menjadi sasaran," tulis Mladerov di akun Twitter miliknya.

Sekjen PBB Antonio Guterres bersama dengan Uni Eropa telah meminta agar dilakukan investigasi independen terhadap kematian para korban.

Baca juga : Lagi, Seorang Jurnalis Gaza Tewas Ditembak Tentara Israel

Israel menolak usulan tersebut dan berdalih hanya melepaskan tembakan saat benar-benar diperlukan untuk melindungi pagar perbatasan, mencegah penyusup dan menghalau para penyerang.

Namun sepanjang terjadinya aksi protes yang telah memasuki pekan kelima, korban hanya terjadi dari pihak Palestina.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X