Kompas.com - 30/04/2018, 23:07 WIB
Petugas berwenang dan penduduk berada di lokasi ledakan bunuh diri di luar pusat pendaftaran pemilih pemilu legistlatif di Kabul, Afghanistan, Minggu (22/4/2018). (AFP/Shah Marai) Petugas berwenang dan penduduk berada di lokasi ledakan bunuh diri di luar pusat pendaftaran pemilih pemilu legistlatif di Kabul, Afghanistan, Minggu (22/4/2018). (AFP/Shah Marai)

KANDAHAR, KOMPAS.com - Serangan bom bunuh diri menyasar sebuah konvoi militer asing di Afghanistan, menjadikan tiga serangan bom bunuh diri yang terjadi pada Senin (30/4/2018).

Serangan bom bunuh diri ketiga yang menargetkan anggota pasukan keamanan asing menewaskan 11 anak-anak yang sedang berada di dekat konvoi militer.

Sedangkan 16 korban lainnya dilaporkan mengalami luka, termasuk anggota pasukan keamanan. Bom yang meledak berasal dari sebuah kendaraan penuh bahan peledak. Serangan terjadi di provinsi selatan Kandahar.

Juru bicara gubernur Kandahar, Said Aziz Ahmad Azizi membenarkan informasi korban tewas maupun luka. Dia menambahkan, di antara korban luka terdapat lima tentara Romania dan dua petugas polisi Afghanistan.

Baca juga : Bom Bunuh Diri Guncang Kabul, Pelaku Menyamar Jadi Kamerawan

Sebelumnya, dua serangan bom bunuh diri telah terjadi di ibu kota Kabul dan menewaskan lebih dari 20 orang, termasuk sejumlah wartawan.

Korban tewas dikhawatirkan masih mungkin bertambah mengingat ada sedikitnya 45 orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit dengan beberapa dalam kondisi kritis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ledakan kedua yang terjadi beberapa menit setelah ledakan pertama diduga menargetkan para wartawan, mengakibatkan sembilan pekerja media menjadi korban tewas.

"Kami turut berduka atas korban luka maupun tewas dari orang-orang warga sipil yang tidak bersalah akibat serangan oleh musuh Afghanistan," kata Jenderal John Nicholson, Komandan AS dan NATO di Afghanistan dikutip AFP.

Saat serangan terjadi, pasukan Romania tengah ditugaskan untuk mengamankan kawasan bandara Kandahar yang digunakan oleh pasukan asing.

Serangan dua bom bunuh diri di Kabul diklaim dilakukan oleh kelompok teroris ISIS.

Baca juga : Bom Bunuh Diri di Kabul, Netizen Salahkan Pemerintah Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.