Kompas.com - 30/04/2018, 18:51 WIB
Terdakwa penyebar berita palsu, Salah Salem Saleh Sulaiman (46) (tengah), warga Denmark keturunan Yaman menjadi terdakwa pertama yang dijatuhi hukuman di bawah undang-undang baru terkait berita palsu. STRAIT NEWS/ THE STARTerdakwa penyebar berita palsu, Salah Salem Saleh Sulaiman (46) (tengah), warga Denmark keturunan Yaman menjadi terdakwa pertama yang dijatuhi hukuman di bawah undang-undang baru terkait berita palsu.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Seorang warga negara Denmark menjadi orang pertama yang dihukum di bawah undang-undang anti-berita palsu Malaysia.

Salah Salem Saleh Sulaiman (46) pada Senin (30/4/2018), didakwa bersalah telah menyebarkan berita palsu dalam format video terkait kasus penembakan terhadap dosen Palestina, Fadi al-Batsh, di Kuala Lumpur.

Video tersebut telah diunggah di situs berbagi video YouTube. Demikian dilaporkan The Star.

Undang-undang Anti-Berita Palsu Malaysia yang telah resmi diberlakukan pada 11 April lalu mengancam pelanggarnya dengan hukuman penjara hingga enam tahun dan denda maksimal 500.000 ringgit (sekitar Rp 1,7 miliar).

Melansir dari The Straits Times, Salah mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama satu minggu dan denda sebesar 10.000 ringgit (sekitar Rp 35 juta).

Baca juga: Malaysia Usulkan Penyebar Berita Palsu Dipenjara hingga 10 Tahun

Namun dia akan menjalani masa tahanan hingga satu bulan lantaran tidak mampu membayar sanksi denda yang dijatuhkan.

Video buatan Salah diputar dalam persidangan siber. Dalam video tersebut Salah mengklaim jika dirinya berada bersama dengan korban saat insiden penembakan terjadi.

Salah berkata dalam videonya, dia telah berulang kali menelepon kepolisian namun petugas baru tiba 50 menit kemudian, sementara mobil ambulans tiba sekitar satu jam usai kejadian.

Pernyataan Salah dibantah keras Kepolisian Malaysia yang mengaku petugasnya telah tiba di lokasi kejadian kurang dari sepuluh menit.

Kepala Polisi Nasional Malaysia Mohamad Fuzi Harun mengatakan, berdasarkan data rekaman kepolisian, panggilan darurat diterima polisi pukul 6.14 pagi dan patroli polisi tiba di lokasi kejadian delapan menit kemudian.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X