Kompas.com - 29/04/2018, 10:02 WIB
Foto ini diambil pada Kamis (26/4/2018) menunjukkan warga Kachin yang terlantar menyeberangi sungai Malikha untuk menyelamatkan diri dari pertempuran di desa Injanyan dekat Myitkyina, Myanmar. (AFP/Zau Ring Hprara) Foto ini diambil pada Kamis (26/4/2018) menunjukkan warga Kachin yang terlantar menyeberangi sungai Malikha untuk menyelamatkan diri dari pertempuran di desa Injanyan dekat Myitkyina, Myanmar. (AFP/Zau Ring Hprara)

YANGON, KOMPAS.com - Ribuan orang menyelamatkan diri dari konflik yang melibatkan tentara dan pemberontak dari etnis Kachin di Myanmar.

Selain krisis Rohingya di Myanmar bagian barat, wilayah utara negara tersebut juga menghadapi pertempuran yang melibatkan etnis minoritas lainnya.

Dilansir dari BBC, Minggu (29/4/2018), PBB memperkirakan sekitar 4.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak April lalu.

Konflik antara Organisasi Kemerdekaan Kachin (KIO) dan pasukan pemerintah terus meningkat. Militer Myanmar dilaporkan meluncurkan serangan udara dan artileri.

Baca juga : Bertemu Presiden Myanmar, Jokowi Juga Singgung Pengungsi Rohingya

Selain ribuan orang yang mengungsi, muncul kekhawatiran adanya warga yang masih terjebak di daerah yang dilanda konflik, tepatnya di sekitar perbatasan dengan China.

Lembaga bantuan mendesak pemerintah untuk memberikan akses masuk ke wilayah tersebut.

"Perhatian terbesar kami yaitu terkait keselamatan penduduk sipil, termasuk wanita hamil, orang tua, anak-anak, dan orang dengan disabilitas," kata Mark Cutts, kepala Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB kepada AFP.

"Kami harus memastikan mereka terlindungi," tambahnya.

Etnis Kachin telah berjuang untuk mendapatkan otonomi di Myanmar sejak 1961.

Di sisi lain, pemerintah Myanmar telah berupaya melakukan perjanjian damai dengan banyak kelompok pemberontak dari etnis lainnya selama enam tahun terakhir.

Namun, pertempuran dengan KIO yang menggunakan senjata terus berlanjut. KIO menjadi salah satu kelompok pemberontak yang paling kuat.

Baca juga : Bangladesh Bantah Kabar Pemulangan Satu Keluarga Rohingya ke Myanmar

Sejauh ini, OCHA belum dapay memverifikasi laporan adanya warga sipil yang terbunuh dalam pertempuran itu.

Kachin merupakan nama wilayah di utara Myanmar sekaligus nama dari salah satu etnis minoritas. Kelompok masyarakat ini menjadi bagian dari 6 persen orang Kristen di Myanmar. 



Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X