Pemerintah Zimbabwe Legalkan Produksi Ganja untuk Pengobatan dan Sains

Kompas.com - 28/04/2018, 20:13 WIB
Ilustrasi tanaman ganja. THINKSTOCKIlustrasi tanaman ganja.

HARARE, KOMPAS.com - Pemerintah Zimbabwe telah memutuskan untuk melegalkan produksi ganja khusus untuk pengobatan dan juga penelitian ilmiah.

Dalam instrumen hukum yang berjudul "Regulasi Produksi Ganja untuk Pengobatan dan Keilmuan" itu, dikatakan bahwa pihak yang berminta menjadi produsen dapat mengajukan permohonan kepada Kementerian Kesehatan.

Jika disetujui, nantinya calon produsen akan mendapat lisensi penanaman ganja di bawah persyaratan yang ketat.

"Pengajuan permohonan harus disertai dengan biaya yang sesuai dan tiga salinan rencana lokasi yang diusulkan untuk dilisensi," bunyi sebagian aturan undang-undang tersebut, dilansir AFP, Sabtu (28/4/2018).


Baca juga: Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Untuk produsen individu harus berkewarganegaraan Zimbabwe, atau jika bukan warga negara, harus menunjukkan bukti tinggal. Sementara bagi perusahaan harus memberikan bukti penggabungan di Zimbabwe.

Para produsen nantinya akan menyerahkan hasil audit rutin kepada kementerian kesehatan.

"Surat pengajuan harus mencakup jumlah maksimal produksi yang dinyatakan sebagai berat bersih dalam gram dari ganja segar, kering, olahan minyak yang diproduksi di bawah lisensi dan periode produksi serta jumlah maksimal tanaman ganja yang akan dijual atau disediakan," tulir peraturan baru tersebut.

Setiap lisensi yang diterbitkan pemerintah untuk produsen ganja memiliki masa berlaku lima tahun dan bisa diperpanjang sebelum kedaluwarsa.

Bagi produsen yang ingin memiliki lebih dari satu lokasi produksi, penjualan, pengiriman atau pengangkutan ganja makan juga harus memiliki lebih dari satu lisensi terpisah.

Baca juga: Penelitian Baru: Bahaya Ganja Pada Otak Remaja Dilebih-lebihkan

Penanaman dan penggunaan ganja di Zimbabwe adalah ilegal meskipun tanaman ini banyak digunakan dalam pengobatan tradisional setempat.

Ganja yang digunakan dalam pengobatan biasanya untuk mengobati kondisi seperti asma, epilepsi dan penyakit mental.

Pelaku pembuatan dan kepemilikikan ganja dalam jumlah besar di Zimbabwe dapat diancam dengan hukuman penjara hingga 12 tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X