Kompas.com - 28/04/2018, 17:23 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran turut menyambut pertemuan antara dua pemimpin negara Korea yang telah dilangsungkan pada Jumat (27/4/2018) sebagai upaya pengenduran ketegangan kedua negara.

Meski demikian, Teheran juga memperingatkan agar tidak melibatkan AS sebagai penengah karena dianggap tidak memenuhi syarat dan tidak bisa menjaga komitmen.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pertemuan antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sebagai sebuah langkah bertanggung jawab yang efektif menuju stabilitas regional maupun global.

"Akan tetapi, halaman baru bersejarah untuk pengenduran ketegangan di Semenanjung Korea harus dikerjakan antara dua pihak tanpa campur tangan negara-negara asing," kata juru bicara kementerian, Bahram Ghasemi dilansir AFP, Sabtu (28/4/2018).

Baca juga: Macron: Mungkin, Trump Tidak Akan Lanjutkan Kesepakatan Nuklir Iran

"Iran telah berpengalaman selama lebih dari 40 tahun, khususnya yang berkaitan dengan kesepakatan nuklir, dan bahwa pemerintah Amerika bukanlah pihak yang bermartabat apalagi dipercaya karena tidak menghormati komitmen internasional," tambah Ghasemi.

Komentar tersebut merujuk pada kesepakatan Iran pada 2015 dengan AS dan lima negara lainnya yang membatasi program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.

Namun Teheran berpendapat AS terus memblokir hubungan dagangnya dengan dunia luar yang melanggar kesepakatan. Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam akan meninggalkan perjanjian ketika muncul rencana pembaruan.

"Sebagai hasilnya, (AS) tidaklah memenuhi syarat untuk memainkan peran sebagai penentu pengaturan antarnegara, apalagi semakin ditegaskan dalam beberapa tahun terakhir oleh Trump," kata Ghasemi.

Baca juga: Iran ke Trump: Tetap di Kesepakatan Nuklir, atau Hadapi Konsekuensinya

Dalam pertemuan antara pemimpin Korea di desa perbatasan, keduanya berjanji akan mengejar perjanjian damai dan denuklirisasi penuh di wilayah Semenanjung Korea.

Selanjutnya Korea Utara akan bertemu dalam konferensi tingkat tinggi dengan AS di bulan Mei atau Juni mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.