Kompas.com - 27/04/2018, 21:39 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) berpegangan tangan saat mereka melangkah bersama melewati Garis Demarkasi Militer yang membagi negara mereka di Panmunjom, Jumat (27/4/2018). (AFP/Korea Summit Press Pool) Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) berpegangan tangan saat mereka melangkah bersama melewati Garis Demarkasi Militer yang membagi negara mereka di Panmunjom, Jumat (27/4/2018). (AFP/Korea Summit Press Pool)

Kim berkaca kepada langkah Korut yang melakukan uji coba nuklir maupun rudal balistik antar-benua (ICBM).

"Saya dengar Anda sering bangun pagi untuk menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB karena kami. Anda pasti punya kebiasaan bangun awal," kelakar Kim.

"Mulai sekarang, saya pastikan Anda bakal tidur nyenyak," lanjut Kim merujuk kepada komitmennya untuk melakukan denuklirisasi.

Baca juga: Pembelot Korut: Kim Jong Un Bawa Toilet Pribadi ke Mana Pun Dia Pergi

Moon kemudian melanjutkan, dia berharap rekonsiliasi kedua negara bakal terjadi dengan kecepatan yang menurutnya sangat mengagumkan.

Kim sependapat. Dia lalu mengambil slogan dari departemen adiknya, Kim Yo Jong, berada, yakni Departemen Agitasi dan Propaganda Partai Buruh.

"Slogan dari departemen adik saya adalah kecepatan seekor kuda perang. Saya kira slogan itu menggambarkan kecepatan unifikasi dua Korea," kelakar Kim.

Ketika mereka berpose di lukisan Air Terjun Jangbaek di Gunung Baekdusan, Moon sempat menyatakan ingin mengunjungi tempat itu.

Kim kemudian menimpali bahwa dia bakal bersiap supaya perjalanan Moon bakal berjalan dengan baik dan nyaman.

"Sebab, Anda bakal tidak nyaman dan malu karena kurangnya infrastruktur transportasi di tempat kami. Tidak seperti yang ada di Selatan," tutur Kim.

Dia merujuk kepada insiden kecelakaan yang terjadi pada Minggu pekan lalu (22/4/2018) di Provinsi Hwanghae Utara yang berada di selatan Pyongyang.

Akibatnya, 32 turis asal China tewas. Bus tersebut tengah menempuh perjalanan dari Kaesong ke Pyongyang ketika kecelakaan terjadi.

Baca juga: Semut Pun Tak Akan Lolos dari Pasukan Pengawal Kim Jong Un

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.