Penegak Hukum Eropa Klaim Lumpuhkan Jaringan Propaganda ISIS

Kompas.com - 27/04/2018, 19:10 WIB
Adegan terakhir video propaganda yang menampilkan serangan tank ISIS ke Gedung Putih. Metro.co.ukAdegan terakhir video propaganda yang menampilkan serangan tank ISIS ke Gedung Putih.

DEN HAAG, KOMPAS.com - Badan Penegak Hukum Eropa, Europol, mengklaim berhasil melumpuhkan jaringan propaganda milik kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dalam keterangan resmi, Europol melakukan operasi gabungan selama tiga hari yang beranggotakan Inggris, Belgia, Bulgaria, Kanada, Perancis, Belanda, Romania, dan Amerika Serikat (AS).

Sasaran mereka adalah media yang bertanggung jawab untuk penyebaran propaganda, dan meradikalisasi anak muda di Eropa melalui internet.

Baca juga : ISIS Penggal Tiga Kakak Beradik Pekerja Medis di Afghanistan

Di antaranya adalah Amaq, media propaganda yang paling sering dipakai ISIS untuk bertanggung jawab ketika serangan terjadi.

Dilansir Sky News Jumat (27/4/2018), kemudian mereka juga menargetkan stasiun radio Al-Bayan, maupun jaringan berita Halumu dan Nashir.

Dalam laporannya, Europol berkata mereka telah menyita sejumlah server di Belanda, Kanada, dan AS, serta materi digital dari Bulgaria, Perancis, dan Romania.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, Counter Terrorism Internet Referral Unit di Inggris juga terlibat dalam mengidentifikasi domain tingkat tinggi yang dipergunakan ISIS.

"Dengan operasi gabungan yang dilakukan, kami berhasil melumpuhkan kemampuan ISIS dalam menyebarkan konten terorisme," ujar ujar Rob Wainwright, Kepala Europol.

Europol mulai meningkatkan kewaspadaan sejak Amaq dilaporkan menguat di akhir 2015. Media itu digunakan untuk mengklaim serangan di seluruh dunia mulai 2016.

Klaim terbaru yang dirilis media tersebut adalah kejadian bom bunuh diri yang berada di Kabul, Afghanistan, pada Minggu (22/4/2018).

Serangan yang terjadi di luar pusat pendaftaran pemilih pemilu legislatif itu menewaskan 57 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

"Sejak saat itu, para penegak hukum melakukan aksi gabungan untuk melumpuhkan aset jaringan media itu," ulas Wainwright.

Baca juga : ISIS Ancam Serang Pemilu di Irak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Sky
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.