Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

Kompas.com - 27/04/2018, 07:31 WIB
Seorang tentara Korea Selatan berjalan di jembatan Tongil,  sebelum pos pemeriksaan yang mengarah ke Zona Demiliterisasi dan desa gencatan senjata Panmunjom, di Paju, Jumat (27/4/2018). (AFP/Ed Jones) Seorang tentara Korea Selatan berjalan di jembatan Tongil, sebelum pos pemeriksaan yang mengarah ke Zona Demiliterisasi dan desa gencatan senjata Panmunjom, di Paju, Jumat (27/4/2018). (AFP/Ed Jones)

SEOUL, KOMPAS.com - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bakal berjumpa pada pertemuan puncak bersejarah pada Jumat (27/4/2018) pagi waktu setempat.

Pertemuan ini menandai awal dari berbagai upaya yang selama ini dilakukan untuk menyingkirkan ambisi nuklir Korea Utara.

Yonhap News melaporkan, keduanya dijadwalkan bertemu pada pukul 09.30 (KST) atau pada pukul 06.30 WIB. Sementara, pembicaraan resmi akan dimulai pukul 10.30 (KST) atau 07.30 WIB.

Baca juga : Ikuti Korsel, Korut Hentikan Siaran Propaganda di Perbatasan

Kim bakal melintasi Garis Demarkasi Militer ke sisi Korea Selatan di desa perbatasan Panmunjom, di Zona Demiliterisasi yang dijaga ketat oleh militer.

Kantor berita Korea Utara KCNA mewartakan, Kim telah meninggalkan Pyongyang pada Jumat pagi.

"Kim Jong Un akan secara terbuka berdiskusi dengan Moon Jae-in dalam berbagai isu yang dapat meningkatkan hubungan antar-Korea dan mencapai perdamaian, kemakmuran, dan reunifikasi Semenanjung Korea," tulis KCNA.

Moon dijadwalkan berangkat menuju Panmunjom sekitar pukul 08.00 pagi. Kedua pemimpin bakal bergabung dalam upacara resmi penbamputan.

Pertemuan Kim dan Moon pada hari ini merupakan pertemuan antar-Korea yang ketiga, namun untuk pertama kalinya digelar di Korea Selatan.

Baca juga : Pidato Tahun Baru Kim Jong Un: Harapan Perdamaian di Semenanjung Korea

Pertemuan antar-Korea sebelumnya digelar pada 2000 dan 2007, yang keduanya diselenggarakan di Pyongyang.

Dengan begitu, Kim menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang menginjak tanah Korea Selatan sejak akhir Perang Korea pada 1950-1953.

Dua Korea secara teknis tetap berperang, ketika Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian damai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X