Kompas.com - 26/04/2018, 22:47 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas, ABBAS MOMANI / AFPPresiden Palestina Mahmoud Abbas,

AMMAN, KOMPAS.com - Pemerintah Yordania akan mencabut status kewarganegaraan Yordania dari puluhan pejabat senior Palestina termasuk Presiden Mahmoud Abbas.

Sekitar 30 pejabat Palestina, pejabat Fatah beserta keluarganya yang memiliki kewarganegaraan Yordania akan segera dicabut. Demikian diberitakan surat kabar Raialyoum, Rabu (25/4/2018).

Tidak dijelaskan alasan otoritas Yordania memutuskan mencabut kewarganegaraan pejabat senior Palestina tersebut.

Namun berdasarkan laporan yang diterima, otoritas Yordania juga akan membuat perubahan besar dalam aturan visa masuk bagi pejabar senior yang kini hanya akan diberikan hak pengunjung sementara.

Baca juga: Yordania Umumkan Buka Kembali Kedubes Israel

Presiden Palestina Mahmoud Abbas beserta kedua putranya dan sejumlah pejabat senior Palestina mendapat kewarganegaraan Yordania lebih dari satu dekade lalu.

Permohonan kewarganegaraan itu diajukan sendiri oleh pejabat Palestina dan bukan ditawarkan oleh Yordania.

Namun kelompok hak asasi mengatakan, ribuan warga negara Yordania yang berasal dari Palestina juga telah dilucuti dari kewarganegaraan mereka oleh Yordania selama dekade terakhir.

Pejabat Yordania membela kebijakan pencabutan status warga negara itu sebagai rencana melawan Israel di masa depan yang ingin memindahkan populasi warga negara Palestina yang kini menempati wilayah Tepi Barat ke Yordania.

Pemerintah Yordania telah menyetujui pemberian kewarganegaraan kepada warga Palestina di Tepi Barat setelah perluasan kedaulatan wilayah itu menyusul perebutan yang dilakukan saat perang Arab-Israel pada 1948.

Baca juga: Trump Tawarkan Kewarganegaraan kepada 1,8 Juta Imigran Ilegal, tapi...

Dengan populasi total 9,5 juta orang dan lebih dari dua juta di antaranya merupakan pengungsi Palestina, Yordania melihat mayoritas warga Palestina adalah ancaman demografis bagi kerajaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X