Kompas.com - 26/04/2018, 21:29 WIB
|

NEW DELHI, KOMPAS.com - Dua orang dokter yang bekerja di sebuah klinik ilegal di negara bagian Jharkand, India memotong kemaluan seorang bayi laki-laki yang baru lahir.

Aksi keji ini dilakukan keduanya untuk menipu keluarga bayi itu, sebab sebelumnya kedua dokter itu mengatakan hasil tes ultrasonografi menunjukkan jenis kelamin bayi itu adalah perempuan.

Insiden ini terjadi di Itkhori, distrik Chatra, 200 kilometer sebelah selatan ibu kota Jharkand, Patna pada Selasa (24/4/2018).

Gudia Devi, kerabat keluarga bagi itu menjelaskan, istri Anil Panda warga desa Bali dibawa ke rumah bersalin itu karena sudah menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan meski usia kandungan baru delapan bulan.

Baca juga : Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tak lama setelah masuk ke rumah sakit bersalin itu, dua dokter yang bertugas melakukan tes USG dan mengatakan kepada Anil Panda bahwa bayi dalam kandungan istrinya berkelamin perempuan.

Kedua dokter itu kemudian mengatakan, istri Anil harus segera menjalani operasi caesar karena kondisinya amat membahayakan.

Khawatir dengan keselamatan istri dan bayinya, Anil kemudian mengizinkan kedua dokter itu melakukan operasi dan membayar uang muka.

Namun, setelah bayi itu dikeluarkan dari rahim ibunya, kedua dokter itu terkejut karena jenis kelamin bayi tersebut adalah laki-laki bukan perempuan.

Bukannya mengakui telah melakukan kesalahan prediksi, kedua dokter itu malah memotong alat kelamin bayi yang baru lahir tersebut.

Keduanya kemudian mengatakan kepada Anil Panda dan keluarganya bahwa sang istri telah melahirkan bayi yang memiliki cacat tubuh dan meninggal dunia setelah dilahirkan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Gulf News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.