Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Mengerucut ke Singapura dan Mongolia

Kompas.com - 26/04/2018, 20:20 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP/Saul LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.


SINGAPURA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kalau pertemuannya dengan Korea Utara (Korut) bakal digelar Mei atau awal Juni.

Trump berkata, lima tempat tengah dipertimbangkan untuk menjadi tempat perundingan antara dirinya dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Terdapat laporan yang menyatakan kalau negara yang bakal menjadi tuan rumah pertemuan bersejarah telah mengerucut ke dua nama; Singapura dan Mongolia.

Sumber yang berbicara kepada Korea JoongAng Daily Rabu (25/4/2018) menyatakan, AS dan Korut sedang bernegosiasi untuk menentukan manakah di antara kedua negara itu yang dipilih.

Sejatinya, keputusan final dapat segera diumumkan pada pekan ini. Namun, Pyongyang menyatakan keberatannya.

Baca juga : Memprediksi Calon Tempat Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un

Mereka berujar, penetapan negara tuan rumah hanya bisa dilakukan jika ada kepastian tanggal dan agenda pertemuan.

Korut diberitakan masih berharap dapat menggelar pertemuan ini di ibu kota mereka. Namun, AS kelihatannya tidak menginginkan skenario ini.

 

Kemudian muncullah nama Ulanbator. Ibu kota Mongolia itu lebih diinginkan Korut karena beberapa alasan.

Selain tergolong negara netral yang bersahabat, Mongolia juga pernah menjadi tuan rumah antara petinggi Korut dengan para akademisi Barat.

Hal krusial lain, dikarenakan lokasi Mongolia yang cukup dekat diapit oleh China dan Rusia, memungkinkan Kim bepergian menggunakan kereta anti-pelurunya.

Selama ini, para pakar menyoroti ketidakmampuan Kim untuk menjangkau Eropa dikarenakan pesawat mereka yang sudah tua.

Chammae-1, nama jet kenegaraan Korut, disebut hanya bisa menempuh perjalanan hingga 5.000 kilometer.

Sebelumnya, sempat muncul kandidat negara Eropa seperti Stockholm (Swedia), hingga Zurich yang notabene adalah kota terbesar di Swiss.

Namun, untuk mencapai Stockholm, misalnya, Kim harus menempuh perjalanan 7.200 kilometer dari Pyongyang. Sementara Zurich berjarak 8.500 kilometer.

Ide untuk menghelat pertemuan di Ulanbator ditentang oleh Washington. Mereka lebih menginginkan Singapura yang secara infrastruktur maupun keamanan jauh lebih baik.

Baca juga : Thailand Ingin Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Trump disebut juga menghendaki lokasi "glamor" untuk momen bersejarah ini. Boleh dibilang, Singapura merupakan opsi yang tepat.

Sumber dari Gedung Putih berujar, Trump ingin meninggalkan jejak historis melalui pertemuan ini.

"Tentunya, dia menginginkan lokasi yang bisa menyedot perhatian dunia. Mongolia kelihatannya tidak akan menyenangkan Trump," kata sumber itu.

Kemudian, Singapura juga negara netral bersahabat, yang ditandai hubungan diplomatik dengan kedua negara.

Peluang Singapura makin besar karena jaraknya yang hanya 4.700 kilometer dari Pyongyang dapat ditempuh Chammae-1 yang notabene pesawat produksi Uni Soviet di 1970-an.

Jika benar-benar menjadi tuan rumah, ini bukan kali pertama Singapura menjadi penyelenggara pertemuan bersejarah dua negara yang berseteru.

Pada November 2015, Singapura menghelat pertemuan antara Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Taiwan Ma Ying-Jeou.

Pertemuan kedua kepala negara itu merupakan yang pertama sejak berakhirnya Perang Sipil China pada 1950 silam.

Baca juga : Trump: Kim Jong Un Sangat Terbuka dan Terhormat



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X