Korut Ingin Menjadi Negara Normal daripada Pemilik Senjata Nuklir

Kompas.com - 26/04/2018, 19:37 WIB
Foto tanpa tanggal yang dikeluarkan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA, pada 3 September 2017, memperlihatkan pemimpin Korut Kim Jong Un (tengah) sedang melihat pipa logam di tempat yang tak diketahui. REUTERS/KCNAFoto tanpa tanggal yang dikeluarkan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA, pada 3 September 2017, memperlihatkan pemimpin Korut Kim Jong Un (tengah) sedang melihat pipa logam di tempat yang tak diketahui.

SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara ( Korut) bermaksud untuk menjadikan diri sebagai negara normal alih-alih pemilik senjata nuklir.

Pernyataan tersebut disampaikan para pakar di forum jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea di Panmunjom, Jumat (27/4/2018).

Kim Tae Hwan, profesor di Akademi Diplomasi Nasional Korea, mengatakan, saat ini Korut berada di dua pilihan: menjadi negara nuklir ataukah negara normal.

Baca juga: Pakar China: Situs Uji Coba Nuklir Korut Runtuh Sebagian

Namun, dalam perkembangannya, Pemimpin Korut Kim Jong Un terpaksa memilih opsi kedua. Sebab, keinginannya untuk terus mengembangkan nuklir mulai mencapai batasnya.

Ambisi Kim untuk mengembangkan senjata nuklir pada militernya telah menyiratkan risiko bakal terjadi perang skala besar.

"Karena itu, dia memutuskan untuk berubah pikiran, dan memilih menjadi negara normal," kata Kim Tae Hwan dilansir dari Yonhap Kamis (26/4/2018).

Kim Joon Hyung dari Universitas Handong berharap negara komunis itu bakal melakukan denuklirisasi. Sebab, senjata nuklir hanya memberikan ancaman bagi sekitarnya.

Namun, profesor dari Universitas Kookmin, Andrei Lankov, menyatakan keraguan bahwa Pyongyang bakal benar-benar melakukan denuklirisasi.

"Saya tidak percaya begitu saja karena jelas, tindakan itu (denuklirisasi) berlawanan dengan kepentingan jangka panjang mereka," tutur Lankov.

Akan sangat bagus, lanjut Lankov, jika Korut mulai mengurangi persenjataan nuklirnya. Namun, dia melanjutkan fakta itu tergantung dari seberapa teguh komitmen Korut.

Denuklirisasi menjadi isu utama dalam KTT Antar-Korea besok. Komitmen Korut bisa berdampak terhadap perdamaian di Semenanjung Korea.

Baca juga: Pejabat Rusia: Deklarasi Nuklir Korut Berkat Peran Kami Juga



Sumber Yonhap
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X