Ikuti Korsel, Korut Hentikan Siaran Propaganda di Perbatasan

Kompas.com - 26/04/2018, 18:21 WIB
Dalam foto ini terlihat seorang prajurit Korea Utara berpose di Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Di belakangnya terlihat Rumah Perdamaian lokasi KTT Korea yang akan digelar pada Jumat (27/4/2018). AFP/ED JONESDalam foto ini terlihat seorang prajurit Korea Utara berpose di Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Di belakangnya terlihat Rumah Perdamaian lokasi KTT Korea yang akan digelar pada Jumat (27/4/2018).

PYONGYANG,KOMPAS.com - Jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea Jumat (27/4/2018), kedua negara mulai menghentikan siaran propaganda mereka.

Sebelumnya, Korea Selatan ( Korsel) telah mematikan pengeras yang biasanya menyebarkan berbagai kabar tentang Korea Utara ( Korut) hingga musik K-Pop pada Senin (23/4/2018).

Diwartakan Chosun Ilbo Rabu (25/4/2018), langkah Korsel tersebut diikuti oleh tetangganya. Mereka menghentikan siaran propaganda sejak Selasa (24/4/2018) sorea waktu setempat.

Baca juga : Korsel Matikan Loudspeaker Penyebar Propaganda di Perbatasan

Juru bicara militer Korsel mengatakan, pada Selasa pagi, mereka masih mendengar siaran dari 10 pengeras yang dipasang Korut.

"Namun, sejak sore hari, kami sudah tidak lagi mendengar siaran mereka," beber juru bicara tersebut.

Dia melanjutkan, Seoul tidak mengetahui apakah siaran propaganda itu akan berhenti secara permanen atau hanya sementara.

Namun, dia menyatakan kalau Pemerintah Korut telah mengeluarkan pengumuman resmi perihal keputusan penghentian tersebut.

Chosun Ilbo mengulas, siaran propaganda Korut di kawasan demiliterisasi sejatinya merupakan langkah simbolik yang dilakukan negeri komunis tersebut.

Sebab, pengeras suara tersebut hanya berfungsi meredam suara yang dihasilkan siaran propaganda Korsel.

Karena kondisi pengeras suara itu yang kurang bagus, siaran Korut hanya bisa didengar hingga wilayah perbatasan Korsel jika kondisi angin tengah bagus.

Kemudian, siaran Korut yang diisi oleh 50 orang itu muncul kadang-kadang dikarenakan aliran listrik mereka yang buruk.

Lebih lanjut, siaran propaganda Korsel sebenarnya sempat berhenti. Namun, pada Januari 2016, Seoul kembali menggelar siaran.

Keputusan itu dibuat untuk mengomentari uji coba nuklir keempat yang dilakukan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Baca juga : Sambut KTT Antar-Korea, Korsel Lakukan Persiapan Akhir

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X