Korsel-Korut Bakal Bahas Penghapusan Pasukan di Zona Demiliterisasi

Kompas.com - 26/04/2018, 12:37 WIB
Tentara Korea Selatan berjalan di jembatan unifikasi yang mengarah ke zona demiliterisasi, di area kantor bea cukai, imigrasi, dan karantina di dekat desa perbatasan Panmunjom, Paju, Korea Selatan, Kamis (11/2/2016). Korea Selatan membekukan Kawasan Industri Kaesong mengecam peluncuran roket yang dilakukan Korea Utara. AP PHOTO / AHN YOUNG-JOONTentara Korea Selatan berjalan di jembatan unifikasi yang mengarah ke zona demiliterisasi, di area kantor bea cukai, imigrasi, dan karantina di dekat desa perbatasan Panmunjom, Paju, Korea Selatan, Kamis (11/2/2016). Korea Selatan membekukan Kawasan Industri Kaesong mengecam peluncuran roket yang dilakukan Korea Utara.

SEOUL, KOMPAS.com - Denuklirisasi tidak hanya menjadi topik dalam pertemuan antara Korea Utara ( Korut) dan Korea Selatan ( Korsel) pada Jumat (27/4/2018) nanti.

Dilaporkan harian Korsel Chosun Ilbo Kamis (26/4/2018), Korsel mengusulkan untuk menghapus keberadaan pasukan di zona demiliterisasi.

Merujuk kepada gencatan senjata di Perang Korea (1950-1953), baik tentara Korut maupun Korsel diizinkan membawa senapan non-otomatis maupun pistol.

Baca juga : Militer Korsel Tembaki Pasukan Korut yang Melintasi Zona Demiliterisasi

"Kami bermaksud menjadikan kawasan itu sebagai simbol perdamaian, bukan simbol kekuatan," kata seorang pejabat anonim Korsel.

Dalam proposalnya, Presiden Korsel Moon Jae In menyodorkan pengurangan pasukan dan persenjataan berat di kawasan demiliterisasi.

Saat ini, dilaporkan terdapat 160 pasukan Korut, dan 60 orang serdadu Korsel yang menjaga kawasan perbatasan tersebut.

Kemudian, Moon dan Pemimpin Korut Kim Jong Un dijadwalkan berdiskusi seputar wacana pembukaan kantor perwakilan di desa Panmunjom.

Nantinya, kantor perwakilan itu bakal diisi pegawai dari kedua negara, dan bakal mendiskusikan masalah militer hingga pertukaran antar-perbatasan.

Namun, kedua pemimpin bakal menepikan isu sensitif seperti Batas Garis Utara. Sebuah garis demarkasi di Laut Kuning yang menjadi perbatasan maritim de facto antara Korsel dan Korut.

Lebih lanjut, Korsel juga berharap Konferensi Tingkat Tinggi Antar-Korea itu bakal lebih sering diadakan ke depannya.

Adapun pertemuan yang bakal berlangsung Jumat besok merupakan pertemuan ketiga kedua negara setelah yang pertama terjadi di 2000, dan kedua pada 2007.

Baca juga : Prajurit Korut Membelot ke Selatan Melewati Zona Demiliterisasi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X