Pasukan Rezim Suriah Belum Izinkan Bantuan Kemanusiaan Memasuki Douma

Kompas.com - 26/04/2018, 12:01 WIB
Warga Suriah mengendari sepeda motor melintasi kawasan yang rusak di kota Douma, Senin (16/4/2018). AFP/LOUAI BESHARAWarga Suriah mengendari sepeda motor melintasi kawasan yang rusak di kota Douma, Senin (16/4/2018).

JENEWA, KOMPAS.com - Dua pekan usai pasukannya menguasai kembali wilayah Ghouta Timur, rezim Suriah tetap belum mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke kota utama, Douma.

Disampaikan Kepala Sekretaris Jenderal Urusan Kemanusiaan PBB, Ursula Mueller, puluhan ribu pengungsi dari Ghouta Timur dan wilayah lainnya kini memadati kawasan Idlib yang masih dikuasai pemberontak untuk mencari perlindungan.

Kondisi itu menjadikan kawasan tersebut mengalami "malapetaka" karena gelombang pengungsi.

"Ketika wilayah Ghouta Timur sudah tidak lagi dalam kepungan setelah sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah rezim Suriah, PBB tetap masih belum diberikan akses memasuki kota Douma," kata Mueller, Rabu (25/4/2018).


Baca juga: Tembakan dan Ledakan Sambut Tim Keamanan PBB di Kota Douma

Sekitar 70.000 orang dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan di Douma, usai terjadinya pertempuran paling intens selama tujuh tahun perang di Suriah yang berujung dikuasainya kembali wilayah Ghouta Timur pada 12 April lalu.

"Setelah pertempuran yang terus berkelanjutan selama tujuh tahun, kebutuhan warga Suriah saat ini berada pada level tertinggi," kata Mueller kepada Dewan Keamanan PBB dilansir AFP.

Sementara di Idlib, situasi pertempuran terus terjadi dengan serangan udara yang dilancarkan pasukan rezim terhadap pemberontak masih berlanjut.

Hampir 400.000 orang mengungsi sejak pertengahan Desember dan puluhan ribu lainnya datang dari daerah lain.

Konflik dan krisis kemanusiaan di Suriah masih terus menjadi pembahasan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB. Dalam pertemuan akhir pekan lalu di Swedia mulai ada kemajuan dalam pembahasan cara mengakhiri perang.

Duta Besar Swedia untuk PBB, Olof Skoog mengatakan, dewan tengah mencari "langkah tambahan" di Suriah termasuk mendorong lebih banyak konvoi bantuan yang dikirim ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Baca juga: WHO: Sekitar 500 Warga Suriah di Douma Terpapar Zat Kimia Berbahaya

Dewan beranggotakan 15 negara itu sempat terpecah dalam pandangan mengenai penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah di kota Douma pada 7 April lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
Kembali Disebut Trump 'Pria Roket', Kim Jong Un Tidak Senang

Kembali Disebut Trump "Pria Roket", Kim Jong Un Tidak Senang

Internasional
Trump Sebut Perdana Menteri Kanada 'Si Muka Dua' di Pertemuan NATO

Trump Sebut Perdana Menteri Kanada "Si Muka Dua" di Pertemuan NATO

Internasional
13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

Internasional
Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Internasional
Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Internasional
Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Internasional
Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Internasional
AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

Internasional
Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Internasional
Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Internasional
Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

Internasional
UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X