Kompas.com - 26/04/2018, 10:43 WIB
Para pengungsi Afghanistan mengantre di pusat registrasi di Peshawar untuk mengurus perpanjangan izin tinggal mereka di Pakistan. Abdul Majeed / AFPPara pengungsi Afghanistan mengantre di pusat registrasi di Peshawar untuk mengurus perpanjangan izin tinggal mereka di Pakistan.

ANKARA, KOMPAS.com - Gelombang pengungsi Afghanistan yang memasuki wilayah Turki mengalami peningkatan jumlah dalam tiga bulan terakhir.

Diyakini hampir 30.000 warga Afghanistan yang telah tiba di Turki sejak bulan Januari lalu. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya ada di kisaran 45.000 pengungsi sepanjang tahun 2017.

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu menyampaikan, setidaknya ada 29.899 pengungsi Afghanistan yang memasuki wilayah Turki dalam tiga bulan terakhir.

Sementara sepanjang 2017, tercatat sebanyak 45.259 orang yang melintasi perbatasan Turki dari Afghanistan.

Baca juga: Jutaan Pengungsi Afghanistan Terancam Dideportasi dari Pakistan

"Dalam beberapa bulan terakhir kami menghadapi gelombang pengungsi baru, terutama asal Afghanistan," kata Soylu seperti diberitakan Anadolu dan dilansir AFP, Rabu (25/4/2018).

Dia menambahkan, para pengungsi tersebut masuk dengan dibawa para penyelundup. Sebanyak 1.328 orang telah ditangkap selama bulan April terkait kasus penyelundupan manusia ini.

Menurut data dari kelompok hak asasi manusia, Amnesty International, sebanyak 145.000 warga Afghanistan saat ini berada di Turki sebagai pengungsi.

Namun Ankara telah memulangkan sekitar 7.100 pengungsi migran Afghanistan sejak awal April, hal yang disebut Amnesty International sebagai tindakan deportasi yang kejam.

"Ribuan pengungsi lainnya kini dalam tahanan. Mereka diperlakukan seperti kriminal padahal mereka adalah orang yang melarikan diri dari konflik dan penganiayaan," ujar peneliti Amnesty International, Anna Shea, dalam pernyataannya.

Baca juga: Taliban Kuasai Pusat Distrik di Wilayah Afghanistan Barat

Migran asal Afghanistan dan sejumlah negara konflik lainnya memilih memasuki Turki sebagai transit sembari berharap mereka dapat menuju Eropa.

Selain asal Afghanistan di Turki terdapat sekitar 3,5 juta pengungsi Suriah dan lebih dari 300.000 pengungsi Irak.

"Sudah ada 75.284 migran yang memasuki wilayah Turki sepanjang 2018 ini, dibandingkan dengan 172.745 yang melintas sepanjang tahun lalu," kata Soylu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.