Kompas.com - 25/04/2018, 21:56 WIB

"Model seismik yang dipaparkan dalam kajian ini hanya menyediakan pemahaman sebagian akan dampak dari tes nuklir itu," ulas Badan Gempa China.

Selain China, sejumlah pakar Korea Selatan (Korsel) juga menilai kalau Punggye-ri sudah tidak aman.

Apalagi, di 31 Oktober 2017, media Jepang Asahi TV mengabarkan kalau 200 pekerja tewas ketika terowongan di situs tersebut runtuh.

Sebelumnya, Pemimpin Korut Kim Jong Un mengatakan bakal menutup situs Punggye-ri sebagai bagian dari komitmen untuk tidak melakukan tes nuklir.

Baca juga : Kim Jong Un Perintahkan Penyebutan Korut Negara Pemilik Senjata Nuklir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.