Kompas.com - 25/04/2018, 05:06 WIB
Rudal jarak jauh buatan Rusia, S-300, di situs nuklir Fordo, Iran tengah. Gambar diambil pada Minggu (28/8/2016).
Press TVRudal jarak jauh buatan Rusia, S-300, di situs nuklir Fordo, Iran tengah. Gambar diambil pada Minggu (28/8/2016).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman menyampaikan, pihaknya tidak akan ragu untuk melancarkan serangan ke sistem pertahanan udara S-300 Rusia di Suriah jika dianggap mengancam wilayah kedaulatannya.

Israel sebelumnya telah memperingatkan rencana Rusia yang ingin segera mengirimkan sistem pertahanan udara S-300 ke Suriah, setelah terjadinya kesepakatan antara Moskwa dengan Damaskus pada 2010.

Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda Rusia bakal mengirimkan sistem pertahanan tersebut karena adanya tekanan dari Israel. Demikian diberitakan Kommersant dikutip AFP.

"Yang penting bagi kami adalah bahwa senjata pertahanan yang dikirimkan Rusia tersebut tidak akan digunakan Suriah untuk melawan kami," kata Lieberman kepada situs berita Ynet.

Baca juga: Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

"Dan jika mereka menggunakannya untuk melawan kami maka kami akan bertindak melawan mereka," tambahnya dilansir AFP.

Sementara, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan pihaknya belum memutuskan kapan pastinya akan mengirimkan rudal pertahanan udara S-300 tersebut.

Rusia telah mengerahkan rudal S-300 ke sekitar pangkalan Angkatan Laut Tartus milik mereka sendiri di pesisir Mediterania di Suriah, serta rudal S-400 yang lebih canggih ke pangkalan udara Hmeimim di Suriah barat.

Meski demikian hal tersebut tidak mengusik kekhawatiran Israel karena Rusia tidak akan menggunakannya terhadap mereka.

"Kami memiliki komunikasi yang terbuka dan benar-benar telah membahasnya. Selama bertahun-tahun kami terus berkoordinasi dan mampu menghindari gesekan dengan Rusia," kata Lieberman.

Sedangkan dengan Suriah, Israel secara teknis masih berperang menyusul pencaplokan wilayah Dataran Tinggi Golan pada 1967. Meskipun ada gencatan senjata, namun ketegangan masih terus terjadi.

Baca juga: Bom Layang-layang, Senjata Baru Palestina untuk Melawan Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.