Kompas.com - 24/04/2018, 15:05 WIB
Mahasiwa Iran mengepung dan kemudian menduduki kedutaan besar AS di Teheran pada 4 November 1979 yang kemudian berujung penyanderaan 52 warga AS selama 444 hari. WikipediaMahasiwa Iran mengepung dan kemudian menduduki kedutaan besar AS di Teheran pada 4 November 1979 yang kemudian berujung penyanderaan 52 warga AS selama 444 hari.
|

KOMPAS.com - Pada 24 April 1980, Amerika Serikat menggelar operasi militer untuk membebaskan 52 warganya yang ditahan di gedung kedubes AS di Teheran.

Operasi militer itu digelar setelah krisis penyanderaan sudah memasuki bulan keenam dan semua upaya diplomatik dan pendekatan terhadap pemerintah Iran berakhir dengan kegagalan.

Maka, Presiden AS Jimmy Carter memerintahkan operasi militer sebagai langkah terakhir untuk menyelamatkan para sandera.

Pada 24 Apruil 1980 sore, delapan helikopter RH-53D diterbangkan dari kapal induk USS Nimitz ke sebuah jalan terpencil yang berfungsi sebagai landasan di Gurun Garam Besar di Tabas, wilayah timur Iran.

Baca juga : Trump Sambut Pembebasan Sandera Keluarga AS-Kanada dari Taliban

Di sana, kedelapan helikopter itu menghadapi badai pasar hebat yang merusak dua helikopter yang terbang tanpa komunikasi radio agar tak terlacak lawan.

Sehari kemudin, enam helikopter yang tersisa dijadwalkan bertemu dengan beebrapa pesawat angkut Hercules C-130 di lokasi pendaratan dan pengisian bahan bakar dengan kode "Desert One".

Saat tiba di lokasi pertemuan, satu helikopter lagi mengalami kerusakan. Melihat kondisi tersebut komandan misi Kolonel Charles Alvin Beckwith mengusulkan agar operasi dibatalkan.

Rekomendasi ini kemudian disetujui Presiden Carter. Namun, ketika helikopter-helikopter itu tengah mengisi bahan bakar salah satunya menabrak pesawat Hercules C-130 yang berfungsi sebagai tanker.

Helikopter itu jatuh dan menewaskan delapan prajurit AS dan melukai beberapa orang lainnya.

Pada Mei 1980, Panglima Angkatan Bersenjata AS memerintahkan sebuah tim khusus yang dipimpin Laksamana James L Holloway III untuk melakukan investigasi menyelurus terkait gagalnya misi tersebut.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X