HRW: Operasi Militer Mesir Perangi ISIS Picu Krisis Kemanusiaan

Kompas.com - 24/04/2018, 14:51 WIB
Sinai Utara, termasuk di dalamnya kota El-Arish, telah berulangkali menjadi target serangan oleh kelompok garis keras Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). BBC/GettySinai Utara, termasuk di dalamnya kota El-Arish, telah berulangkali menjadi target serangan oleh kelompok garis keras Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

KAIRO, KOMPAS.com - Operasi militer Mesir untuk memerangi kelompok yang berafiliasi dengan Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) memicu krisis kemanusiaan di wilayah Sinai Utara.

Demikian yang disampaikan oleh Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Internasional (HRW), Senin (23/4/2018).

Serangan militer yang diluncurkan pada 9 Februari lalu menyebabkan 420.000 penduduk di empat kota membutuhkan bantuan kemanusiaan dengan segera.

Baca juga : 6 Prajurit Mesir Tewas Diserang Teroris di Sinai Utara

Pembatasan yang ketat pada pergerakan orang dan barang di hampir semua lini di Sinai Utara membuat penduduk kesulitan memperoleh kebutuhan sehari-hari.

"Penduduk menghadapi kurangnya suplai makanan, obat, gas untuk masak, dan barang-barang lainnya," tulis laporan HRW, seperti dilansir dari AFP.

Dalam operasi yang dijuluki "Sinai 2018", pihak berwenang melarang penjualan bahan bakar untuk mobil di area tersebut dan memotong layanan telekomunikasi dalam beberapa hari.

HRW meyakini pihak berwenang telah memutus aliran air dan listrik di sebagian wilayah timur Sinau Utara, termasuk Rafah dan Sheikh Zuwayed.

"Operasi melawan terorisme mengancam distribusi barang kepada ratusan hingga ribuan penduduk," kata Sarah Leah Whitson, direktur HRW wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.

Militer Mesir menyangkal temuan itu dan menyebutnya sebagai laporan yang tidak sah dan tidak berasal dari sumber yang sahih.

"Kami mendistribusikan makanan kepada masyarakat, termasuk area operasi militer," kata juru bicara militer Tamer al-Rifai.

Baca juga : ISIS Penggal Tiga Kakak Beradik Pekerja Medis di Afghanistan

Dia juga menyanggah bahwa akses air dan listrik telah diputus. Menurut keterangan militer, penduduk mendukung operasi tersebut dan banyak yang menyumbangkan informasi untuk membantu pihak berwenang menaklukan anggota kelompok ekstremis.

Di Mesir, ISIS telah membunuh ratusan tentara, petugas polisi, dan penduduk sipil, terutama di Sinai Utara, dan beberapa tempat lainnya.

Lebih dari 100 anggota ISIS dan setidaknya 30 tentara telah gugur dalam operasi militer sepanjang tahun ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X