Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Kompas.com - 24/04/2018, 08:40 WIB
Petugas polisi berdiri di dekat salah satu mayat di jalan, setelah kendaraan melaju di tepi jalan dan menabrak beberapa pejalan kaki di Toronto, Ontario, Kanada, Senin (23/4/2018). (AFP/Lars Hagberg) Petugas polisi berdiri di dekat salah satu mayat di jalan, setelah kendaraan melaju di tepi jalan dan menabrak beberapa pejalan kaki di Toronto, Ontario, Kanada, Senin (23/4/2018). (AFP/Lars Hagberg)

TORONTO, KOMPAS.com - Seorang pria dengan mengendarai mobil van sewaan menabrak kerumunan pejalan kaki di kota Toronto, Kanada, Senin (23/4/2018), menewaskan 10 orang dan melukai 15 lainnya.

Insiden tersebut terjadi pada siang hari sekitar 16 km dari acara pertemuan kementerian negara G7. Namun, pihak berwenang menyebut aksi tabrakan tidak berkaitan dengan acara itu.

"Investigasinya bakal kompleks," kata wakil kepala polisi Peter Yuen, seperti dilansir dari AFP.

"Kami sudah menahan seseorang dan penyelidikan sedang dilakukan," ucapnya.

Tabrakan terjadi di Jalan Yonge, Finch Avenue, sekitar pukul 13.30 waktu setempat.

Baca juga : Berebut Pulau, Kanada dan Denmark Terlibat Perang Paling Sopan

"Dia mengendarai sangat cepat," ujar seorang saksi mata, Alex Shaker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang bisa saya lihat hanyalah satu per satu orang ditabrak. Kemudian ada banyak orang yang terbaring di jalanan," tambahnya.

BBC melaporkan, pelaku diidentifikasi bernama Alek Minassian (25). Sempat terlibat ketegangan dengan petugas polisi, dia kemudian menyerah dan ditahan.

Dalam konferensi pers, kepala kepolisian Mark Saunders mengatakan, tabrakan terjadi secara disengaja, namun motifnya masih belum diketahui.

Menteri Keamanan Publik kanada Ralph Goodale mengapresiasi kinerja layanan darurat dalam menangani insiden tersebut. Goodale yang juga menghadiri acara G7 mengaku tidak ada ancaman terhadap penyelenggaraan pertemuan itu.

"Setahu saya, tidak ada ancaman," katanya.

Serangan teror semacam itu jarang terjadi di Kanada. Namun, pada Oktober tahun lalu, seorang pria menikam petugas polisi di kota Edmonton, sebelum mengarahkan kendaraannya ke pejalan kaki dan melukai empat orang.

Pada Maret 2016, seseorang yang mengklaim sebagai anggota kelompok ekstremis menyerang dua tentara di pusat penerimaan militer di Toronto.

Pada Oktober 2014, seorang pria menabrakan mobilnya ke arah dua tentara di tempat parkir, menewaskan satu di antaranya. Pengemudi itu kemudian ditembak mati oleh petugas, ketika dia menyerang mereka dengan sebuah pisau.



Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X