Erdogan Bakal Kembalikan 2 Tentara Yunani yang Ditahan Turki, tapi...

Kompas.com - 23/04/2018, 19:55 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018). Adem Altan / AFPPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018).

ANKARA, KOMPAS.com - Yunani mengumumkan menolak usul yang dikemukakan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Dalam wawancaranya dengan kanal NTV akhir pekan lalu, Erdogan membahas tentang rencana pertukaran tahanan antara Turki dengan Yunani.

Erdogan berkata, dia bakal mempertimbangkan untuk mengembalikan dua prajurit Yunani yang mereka tahan sejak Maret lalu.

Sersan Dimitris Kouklatzis dan Letnan Angelos Mitretodis ditahan di penjara kota Edirne setelah ditemukan berada di "kawasan militer terlarang".

Komandan mereka berdua bersikukuh bahwa baik Kouklatzis dan Mitretodis tidak sengaja berada di area itu karena tersesat akibat cuaca buruk.

Baca juga : Kejutkan Turki, Erdogan Umumkan Pemilu Dini pada 24 Juni

Dilansir The Guardian Senin (23/4/2018), Erdogan berujar kalau dia bakal mempertimbangkan untuk mengembalikan Kouklatzis dan Mitretodis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Yunani harus memberikan delapan tentara Turki yang meminta perlindungan di sana sejak kudeta militer Turki yang gagal pada 15 Juli 2016 itu.

"Kami berkata kepada Yunani, jika mereka ingin prajuritnya kembali, mereka harus menyerahkan prajurit FETO yang melakukan makar," kata Erdogan.

FETO merupakan singkatan dari Fethullah Gulen, seorang ulama yang dituduh Erdogan sebagai otak terjadi kudeta 2016 tersebut.

Presiden 64 tahun itu melanjutkan, meski tensi di antara Turki dan Yunani tengah meninggi, Ankara berusaha memulihkan hubungan.

Minggu (22/4/2018), Athena melalui Presiden Prokopis Pavlopoulos menolak usul tersebut dengan berkata bahwa dia "tidak bisa memahami" permintaan Erdogan tersebut.

Sementara Menteri Pertahanan Panos Kammenos menjelaskan kalau dari ucapan Erdogan membuktikan kalau dua prajurit Yunani dijadikan "sandera" oleh Turki.

"Sangat disayangkan terdapat kebingungan antara pengadilan semena-mena yang diterima tentara kami, dengan warga Turki yang diberi suaka sesuai hukum internasional," jelas Pavlopoulos.

Baca juga : Anies dan Presiden Erdogan Cium Botol Berisi Janggut Rasulullah SAW

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.