ISIS Ancam Serang Pemilu di Irak

Kompas.com - 23/04/2018, 18:27 WIB
Seorang ibu dan anaknya melewati baliho yang memperlihatkan mantan Perdana Menteri Irak Ayad Allawi (kanan) dan kandidat lainnya dalam Pemilu Parlemen 12 Mei mendatang. AFP/SABAH ARARSeorang ibu dan anaknya melewati baliho yang memperlihatkan mantan Perdana Menteri Irak Ayad Allawi (kanan) dan kandidat lainnya dalam Pemilu Parlemen 12 Mei mendatang.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) menyatakan bakal melakukan serangan saat pemilihan umum di Irak digelar bulan depan.

Juru bicara ISIS, Abu al-Hassan al-Muhajer, dalam rekaman suara yang dirilis Minggu (22/4/2018) menuduh Irak merupakan perwakilan dari Iran.

Dia mengancam, siapapun yang memilih, atau menjalankan Pemilu Irak yang rencananya digelar 12 Mei mendatang bakal diserang.

"Kami memperingatkan Anda warga Irak. Lokasi pemungutan suara, dan siapapun di dalamnya bakal jadi target kami. Menjauhlah," kata Muhajer.

Baca juga : ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 57 Orang di Kabul

Dilaporkan Middle East Eye Senin (23/4/2018), Muhajer berujar ISIS bakal menyerang segala sendi pemerintahan Perdana Menteri Haider al-Abadi.

ISIS, tutur Muhajer, bakal menyerang keamanan, militer, ekonomi, maupun media yang dikelola oleh Baghdad.

"Kami juga bakal menyerang setiap kepala suku, setiap desa, imam hingga guru yang melawan kami," papar Muhajer kembali.

Kemudian, Muhajer juga berujar kalau ISIS menolak klaim kemenangan yang didengungkan Abadi maupun Amerika Serikat (AS), dan meminta Washington untuk menarik pasukannya.

Sebelumnya, Abadi mendeklarasikan kemenangan Irak atas ISIS pada 9 Desember 2017, setelah militer mereka yang dibantu AS dan milisi Syiah mengamankan kawasan gurun.

Kawasan tersebut diklaim merupakan kantong pertahanan terakhir ISIS, dan dekat dengan perbatasan Suriah.

"Kemenangan apa yang Anda klaim Amerika? Anggota kami masih bersatu, kuat, berjaya. Lebih baik dari yang Anda tinggalkan setahun lalu," kata Muhajer.

Pernyataan Muhajer terjadi setelah ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang terjadi di Kabul, Afghanistan.

Serangan yang menyasar pusat registrasi pemilih jelang pemilu legislatif pada Oktober mendatang itu menewaskan 57 orang, dan melukai 59 orang lainnya.

Baca juga : Pemerintah Suriah Temukan Kuburan Massal di Bekas Wilayah ISIS

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X