Kompas.com - 22/04/2018, 14:38 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Bom bunuh diri meledak di tengah kerumunan di luar pusat registrasi pemilih di Kabul, Afghanistan, Minggu (22/4/2018), menewaskan empat orang dan melukai 15 orang.

Serangan itu menggarisbawahi kekhawatiran yang berkembang terkait keamanan jelang pemilihan umum legislatif pada 20 Oktober mendatang.

"Ledakan bom terjadi gerbang pintu masuk. Itu serangan bunuh diri. Ada korban," kata kepala kepolisian kota Dawood Amin kepada AFP.

Baca juga : PBB Bakal Selidiki Serangan Udara Afghanistan ke Madrasah

Juru bicara kementerian kesehatan Waheen Majroh mengatakan, ada empat orang tewas dan 15 orang mengalami luka.

Sementara, juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish mengonfirmasi jumlah korban terluka mencapai 20 orang.

Lokasi terjadinya bom digunakan oleh masyarakat yang ingin mendaftar untuk identifikasi nasional menjelang pemilu legislatif.

Serangan terjadi di lingkungan pada penduduk. Rekaman yang disiarkan oleh Ariana TV menunjukkan banyak noda darah dan pecahan kaca berserakan di jalan.

Banyak masyarakat yang marah atas peristiwa teror tersebut.

"Matilah pemerintah! Matilah bagi Taliban!," begitu teriakan mereka.

Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini.

Baca juga : Ledakan Bom Mobil Taliban Tewaskan Dua Orang di Ibu Kota Afghanistan

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.