Tentara Israel Tembaki Demonstran Palestina, Remaja 15 Tahun Tewas

Kompas.com - 21/04/2018, 15:26 WIB
Warga Palestina melempar batu menggunakan ketapel ke arah pasukan Israel saat terjadinya gesekan dalam aksi di perbatasan Israel di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, 23 Maret 2018. AFP/SAID KHATIBWarga Palestina melempar batu menggunakan ketapel ke arah pasukan Israel saat terjadinya gesekan dalam aksi di perbatasan Israel di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, 23 Maret 2018.

GAZA CITY, KOMPAS.com - Pasukan Israel menembak mati empat pengunjuk rasa Palestina yang ikut serta dalam aksi protes di Jalur Gaza, Jumat (20/4/2018).

Diberitakan Al Jezeera, salah satu dari empat korban tewas adalah seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun.

Adapun korban tewas diidentifikasi sebagai Mohammed Ibrahim Ayyoub (15), Ahmed Rashad (24), Ahmed Abu Aqil (25), dan Saad Abdul Majid Abdul-Aal Abu Taha (29).

Selain empat korban tewas, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat ada sekita 729 orang lainnya terluka.

Baca juga : Menhan Israel: Aksi Sniper Tembak Warga Palestina Layak Dapat Medali

Menurut catatan, mereka terluka karena tembakan tentara Israel, menghirup gas air mata, atau menderita cedera lain sehingga membutuhkan perawatan.

Pekan ini, 10.000 warga Palestina berkumpul di jalur Gaza untuk melakukan demonstrasi masal.

Dalam aksi yang dijuluki Great March of Return itu, para demonstran bergerak dari jalur Gaza ke perbatasan Israel.

Lewat aksi tersebut, warga Palestina menuntut hak untuk kembali ke tanah kelahiran mereka setelah diusir pasukan Israel usai Perang 1948.

Tidak hanya itu, para pengunjuk rasa mengeluhkan blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang menyebabkan kemiskinan wilayah tersebut.

Aksi ini merupakan demontrasi keempat yang digelar penduduk Palestina sejak akhir Maret lalu. Menurut informasi, aksi ini akan terus dilakukan hingga 15 Mei 2018.

Baca juga : Ancaman Penembakan Tak Goyahkan Protes Warga Palestina di Jalur Gaza

Berdasarkan  data Kementerian Kesehatan Palestina, aksi demonstrasi yang digelar sejak akhir Maret kini telah menewaskan 39 orang dan 4.000 orang terluka.

Aksi kekerasan pasukan Israel yang menewaskan puluhan pendemo Palestina sudah dikecam dunia internasional.

Meski begitu, Israel tetap kukuh dengan keputusannya dan tetap menempatkan para penembak jitu di sepanjang perbatasan.




Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X